Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bawang Putih dan Listrik Kerek Inflasi Mei 0,39%

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2017 mencatatkan inflasi sebesar 0,39% yang disebabkan oleh bawang putih dan penyesuaian tarif listrik.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 02 Juni 2017  |  09:56 WIB
Pedagang menata bawang putih impor di pasar kota, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5). - Antara/Rahmad
Pedagang menata bawang putih impor di pasar kota, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2017 mencatatkan inflasi sebesar 0,39% yang disebabkan oleh bawang putih dan penyesuaian tarif listrik.

Angka itu lebih sedikit tinggi dari proyeksi Bank Indonesia (BI) dan sejumlah ekonom yang sebesar 0,37%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun kalender Januari-Mei 2017 sebesar 1,67% dan inflasi tahunan Mei 2017 sebesar 4,33%( year on year /yoy).

Dari 82 kota yang dipantau BPS, IHK di 70 kota lainnya mengalami inflasi dan 12 kota deflasi. Adapun inflasi terbesar tercatat dialami Tual 0,96% dan inflasi terendah terjadi di Sampit dan Bulu Kumba masing-masing sebesar 0,02%.

Lebih lanjut, Kepala BPS memaparkan tekanan inflasi Mei 2017 inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Mei 2016 0,24%. Inflasi ini, lanjutnya, lebih tinggi karena Mei 2017 sudah memasuki bulan Ramadan.

"Membandingkan posisi Ramadan tidak tepat betul, karena Ramadan tahun lalu jatuh pada Juni," ungkapnya.

Dari komposisi inflasi Mei 2017, Suhariyanto menuturkan inflasi 0,39% terjadi karena kenaikan harga di seluruh kelompok pengeluaran, bahan makanan, makanan jadi, sandang, hingga transportasi dengan besaran yang berbeda.

Inflasi Mei disebabkan oleh kenaikan bahan makanan dengan tingkat inflasi 0,86% dan andil 0,17%.

Adapun komoditas penyumbang inflasi pada bahan makanan a.l. bawang putih 0,08%, daging ayam 0,04%, dan komoditas lain seperti beras, daging sapi dan bawang merah dengan sumbangan 0,01%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok yang memberikan andil terhadap inflasi terbesar kedua adalah perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09% dan inflasinya 0,35%.

Menurut Kepala BPS, besarnya andil kelompok tersebut disebabkan oleh penyesuaian harga tarif listrik golongan 900 VA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top