Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MUDIK LEBARAN: Ini Jalur yang Mantap dan Dapat Dilintasi di Pulau Jawa

Bagi Anda yang akan melakukan mudik lebaran di Pulau Jawa, ada sejumlah jalan yang dalam kondisi mantap dan dapat dilintasi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 31 Mei 2017  |  18:10 WIB
Ilustrasi: Suasana jalan tol Bawen-Salatiga terlihat dari Tuntang, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (28/5). PT Trans Marga Jawa Tengah memastikan jalan tol Bawen-Salatiga akan segera rampung dan siap dilalui pada arus mudik Lebaran 2017. - Antara/Hafidz Mubarak A
Ilustrasi: Suasana jalan tol Bawen-Salatiga terlihat dari Tuntang, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (28/5). PT Trans Marga Jawa Tengah memastikan jalan tol Bawen-Salatiga akan segera rampung dan siap dilalui pada arus mudik Lebaran 2017. - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi Anda yang akan melakukan mudik lebaran di Pulau Jawa, ada sejumlah jalan yang dalam kondisi mantap dan dapat dilintasi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut total panjang jalur mudik Lebaran di Pulau Jawa mencapai 3.508 kilometer. Jalur tersebut terbagi menjadi jalan lintas utara 1.182 kilometer, jalan lintas tengah 1.056 kilometer, dan jalan lintas selatan sepanjang 1.270 kilometer.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto mengatakan selain menggunakan jalur utama, para pemudik juga dapat melintasi jalan tol sepanjang 668 kilometer dan jalur alternatif dengan panjang 2.230 kilometer.

"Penduduk Indonesia 57% tinggalnya di Jawa, artinya kalau ditanyakan di Jawa artinya sumbernya dan bergerak dari Jawa ke pulau lain. Kami persiapkan jalan di Jawa baik untuk mudik maupun berwisata," ujarnya, Rabu (31/5/2017).

Dia menuturkan pola transportasi masyarakat saat mudik lebaran saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat memilih melintasi tol hingga Brebes Timur lalu bergerak menuju arah utara dan selatan.

"Dulu orang mudik lewat tol Cikampek lalu bergerak keluar ke arah Nagreg dan sebagainya. Kalau sekarang, sampai Brebes Timur dulu baru ke arah selatan," katanya.

Dari Brebes Timur, para pemudik dapat melintasi jalan tol fungsional Pejagan-Semarang. Para pemudik dari Brebes Timur dapat melintasi hingga Weleri. Dari Weleri sepanjang 3 kilometer melintasi jalan nasional dan masuk tol kembali menuju Ngaliyan.

Lalu jalan tol dari Semarang sampai dengan Surabaya fungsional sepanjang 165 kilometer dan dikombinasikan dengan jalan nasional.

Pada lokasi jalan tol yang belum siap dan menggunakan jalan nasional yaitu Salatiga - Kartasuro, Widodaren - Klitik (Ngawi), Gunungan (Magetan) - Sawahan (Nganjuk), Kedungjati (Grobogan) - Purworejo, Wilangan (Nganjuk) - Kertosono.

"Jadi jalur yang fungsional dari Brebes Timur hingga Ngaliyan sepanjang 145 kilometer. Sementara dari Semarang-Surabaya mencapai 252 kilometer yang fungsional dan operasi," ucap Arie.

Jalan tol fungsional ini, lanjutnya, tak dikenakan tarif tol. Jalan ini dapat dilintasi kendaraan 2 lajur (1 arah) untuk arus mudik maupun arus balik. Perkerasan jalan timbunan dan lean concrete atau beton setebal 10 cm bisa dilintasi dengan kecepatan 40 km/jam hingga 60 km/jam.

"Jalur fungsional ini direkomendasikan dilintasi pagi hingga sore hari. Exit sementara pada rencana simpang susun, pertemuan dengan jalan nasional/provinsi/kabupaten. Kami sediakan beberapa titik lahan kosong untuk rest area," tuturnya.

Arie menambahkan terdapat jalur alternatif yang dapat dilintasi yakni Bantarsari-Ketanggunhan-Slawi-Randudongkal-Bantarbolang-Kebonagung-Wonotunggal-Bawang-Sukorejo-Boja-Ungaran-Semarang/Solo sepanjang 373,10 kilometer.

Lalu dari Semarang-Gubug-Godong-Purwodadi-Kunduran-Blora sepanjang 108,76 kilometer.

Selain itu dari Rembang-Blora-Cepu-Padangan sepanjang 70,14 kilometer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran jalur mudik
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top