Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PGE Targetkan COD PLTP Ulubelu Tahun Ini

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan Commercial Operation Date (COD) 2 unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Ulubelu unit I dan Ulubelu Unit 4, di Kabupaten Tenggamus, Lampung pada tahun ini. Pembangunan tersebut menggunakan anggaran biaya investasi (ABI) senilai US$398,9 juta.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 31 Maret 2017  |  00:56 WIB
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy - JIBI/Nurul Hidayat
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan Commercial Operation Date (COD) 2 unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Ulubelu unit I dan Ulubelu Unit 4, di Kabupaten Tenggamus, Lampung pada tahun ini. Pembangunan tersebut menggunakan anggaran biaya investasi (ABI) senilai US$398,9 juta. 

Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin mengatakan anggaran investasi tersebut terdiri dari US$ 294,9 juta untuk Business Development  atau sebesar 74% dan sisanya US$ 104 juta atau sebesar 26% untuk Non-Business Development.

”PGE akan menggelontorkan anggaran biaya investasi yang cukup besar untuk proyek panas bumi di tahun 2017 seperti yang sudah ditetapkan dalam kebijakan energi nasional, ” ungkapnya, Kamis (30/3).

Dua unit PLTUP tersebut, masing-masing sebesar 30 MW untuk PLTP Ulubelu unit 1 dan 55 MW untuk Ulubelu Unit 4. Dari COD dua proyek tersebut, kapasitas terpasang PGE akan menjadi sebesar 617 MW.

Perusahaan milik negara tersebut telah berhasil menyelesaikan 3 (tiga) proyek PLTP lebih cepat dari jadwal yang direncanakan sehingga dapat berproduksi lebih awal pada tahun lalu.

Ketiga proyek PLTP tersebut antara lain Ulubelu Unit 3, Lahendong Unit 5 dan Lahendong Unit 6. Commercial Operating Date (COD) Ulubelu3, tuntas 25 Juli 2016 dari jadwal yang direncanakan 6 Agustus 2016. 

Sedangkan COD Lahendong 5 dan 6 masing-masing selesai 16 September dan 6 Desember 2016, lebih cepat dari jadwal yang direncanakan 26 Desember dan 1 Februari 2017. 

Selain Ulubelu, PGE menjalankan tujuh proyek geothermal secara paralel, yaitu Sungai Penuh target COD tahun 2020, Hululais yang ditargetkan COD tahun 2019. PGE juga sedang mengerjakan proyek Lumut Balai Unit 1 dan 2 dimana target COD tahun 2018, Lumut Balai Unit 3&4 ditargetkan COD tahun 2022, Karaha target COD bulan juni 2017, serta Lahendong Unit 5&6 (total project 2x20MW) yang telah dibangun pada tahun  lalu.

“Agar dapat maksimal mendukung proyek listrik 35,000 MW, PGE akan terus mempercepat penyelesaian proyek, untuk dapat berkontribusi bagi kelistrikan nasional,”katanya.

Irfan mengatakan, hingga kini PGE telah memberikan kontribusi sebesar 35% dari total WKP Panas Bumi yang sudah berproduksi 1.535 MW. Pertamina akan berkontribusi sebesar 2,3 GW atau dengan dominasi 32%. Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 29 GW.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLTP
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top