Garuda Pacu Bisnis Kargo di Indonesia

Maskapai dengan pelayanan penuh, Garuda Indonesia berencana menambah 40 outlet Cargo Service Center baru pada 2017 guna meningkatkan penetrasi pelayanan kargo maskapai di Indonesia.
Ringkang Gumiwang | 30 Maret 2017 17:37 WIB
Pesawat Garuda Indonesia. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA—Maskapai dengan pelayanan penuh, Garuda Indonesia berencana menambah 40 outlet Cargo Service Center baru pada 2017 guna meningkatkan penetrasi pelayanan kargo maskapai di Indonesia.

Saat ini, Garuda baru memiliki 73 outlet Cargo Service Center (CSC) di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 outlet CSC dikelola langsung Garuda Indonesia Group, dan 10 outlet CSC dikelola mitra maskapai.

Direktur Kargo PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Sigit Muhartono mengatakan 2017 merupakan momentum bagi Garuda untuk mengembangkan bisnis kargo, setelah tahun lalu lebih fokus melakukan konsolidasi internal.

“Tahun ini, kami ingin memaksimalkan kapasitas kargo yang ada, sehingga diharapkan rata-rata tingkat keterisian kargo pesawat itu bisa meningkat, dari realisasi tahun lalu yang hanya sekitar 50%,” katanya di Jakarta, Kamis (30/03).

Dengan bertambahnya outlet CSC, lanjut Sigit, peluang untuk menggarap pangsa pasar yang lebih besar kian terbuka lebar. Apalagi, tren jual beli daring dunia, khususnya di Indonesia saat ini tengah meningkat tajam.

Dia optimistis pendapatan kargo Garuda pada 2017 bakal menembus US$287 juta, atau naik 26% dari realisasi pendapatan kargo 2016 sebesar US$228 juta. Dari target itu, kontribusi pendapatan kargo terhadap total pendapatan maskapai akan sekitar 8%.

“Oleh karena itu, kami berencana menambah outlet CSC hingga 40 outlet pada tahun ini karena kunci utama pada bisnis kargo ini adalah bagaimana kita berupaya untuk mendekatkan diri dengan costumer,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, penambahan outlet CSC ini juga sejalan dengan rencana strategis Garuda untuk serius melayani jasa pengiriman kargo udara dari pintu ke pintu atau door to door, dari sebelumnya hanya melayani antar bandara saja.

Saat ini, layanan pengiriman kargo dari bandara ke pintu rumah pelanggan, dan sebaliknya resmi dikelola anak usaha Garuda Indonesia, yakni PT Aero Jasa Cargo. Sementara, layanan pengiriman barang antar bandara tetap dilakukan maskapai.

Direktur Utama PT Aero Jasa Cargo Bambang Sunan menuturkan perseroan siap mendukung layanan pengiriman barang dari pintu ke pintu di seluruh outlet CSC, mulai dari ketersediaan truk, gudang, SDM dan lain sebagainya.

“Kami juga akan membangun kantor cabang di 9 kota di luar Jakarta pada tahun ini, seperti Balikpapan, Denpasar, Surabaya, Makassar, Bandung dan Medan guna mendukung layanan door to door Garuda,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Bambang, tidak menutup kemungkinan Aero Jasa Kargo juga bakal menggandeng pihak lain untuk memastikan operasi pengiriman barang di darat tetap dapat mengikuti pertumbuhan bisnis kargo Garuda ke depannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia cargo, kargo udara

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top