PT DI Serahkan Helikopter Buatan Indonesia ke Airbus Helicopters

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan rear fuselage helicopter H225 yang ke50 ke Airbus Helicopters dengan harapan bisa ikut mengembangkan ekosistem industri kedirgantaraan yang kokoh dan berkelanjutan di Indonesia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 17 Maret 2017 14:58 WIB
Helikopter H225 - airbushelicopters.com

Kabar24.com, JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan rear fuselage helicopter H225 yang ke50 ke Airbus Helicopters dengan harapan bisa ikut mengembangkan ekosistem industri kedirgantaraan yang kokoh dan berkelanjutan di Indonesia.

Presiden Direktur PTDI, Budi Santoso mengatakan sangat senang pihaknya menjadi mitra terpercaya serta salah satu pemasok kunci bagi Airbus Helicopters untuk produk rangka pesawat.

“Kemitraan produksi yang kuat ini telah memicu perkembangan pesat dalam hal industrialisasi produksi komponen-komponen penting ini di Indonesia, dalam sebuah praktik yang berkelanjutan,” ungkap Budi melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Jumat (17/3/2017).

Indonesia menurutnya telah mengukuhkan posisinya sebagai bagian penting dari rantai pasokan global Airbus Helicopters. Hal ini juga mendemonstrasikan peran penting yang dimainkan PTDI di rantai pasokan global Airbus Helicopters.

Keberhasilan kerja sama industri antara Airbus Helicopters dan PTDI dimulai lebih dari empat dekade yang lalu. Hingga saat ini, kedua perusahaan telah secara kolektif menyerahkan hampir 200 helikopter kepada pelanggan di Indonesia.

Khususnya untuk H225, PTDI menjadi pemasok kunci untuk rear fuselage dan rangka utama helikopter tersebut pada tahun 2008, dan telah melaksanakan kegiatan produksi secara penuh sejak 2011.

Hal ini dicapai setelah serangkaian proses yang komprehensif dan menyeluruh, yang mencakup alih teknologi, pelatihan mendalam, serta implementasi sistem produksi yang berkualitas. Hanya dalam rentang waktu enam tahun, PTDI telah sukses memproduksi 50 rear fuselage untuk keluarga Super Puma ini, di samping enam rangka utama yang telah diserahkan pada Airbus Helicopters.

Dengan lebih dari 4000 bagian untuk rangka tengah dan belakang yang diproduksi dan dirakit di dalam negeri, program H225 telah turut mentransformasi kemampuan produksi mitra industrinya di Indonesia ini.

“Sebagai hasil dari kerja sama dengan Airbus, lebih dari 4.000 orang telah dipekerjakan di industri kedirgantaraan Indonesia, di mana mereka dapat mempraktikkan kemampuan mereka dalam fungsi desain yang bernilai tambah tinggi, serta keahlian teknik dan produksi,” tambahnya.

Inisiatif “Made-in-Indonesia” ini telah memfasilitasi alih teknologi di bidang engineering dan produksi helikopter, pengembangan keahlian, serta terus diberikannya dukungan berkelanjutan dari Airbus Helicopters untuk PTDI.

Pada saat yang sama, inisiatif ini memberikan kesempatan bagi mitra industri di Indonesia untuk memproduksi badan helikopter secara mandiri. Produk fuselage asal Indonesia ini telah dengan sukses digunakan pada helikopter Super Puma yang saat ini mengudara di lebih dari 15 negara.

Managing Director of Airbus Helicopters Indonesia, Ludovic Boistot mengatakan pihaknya memiliki mandat yang jelas sejak awal, yaitu untuk turut mengembangkan industri kedirgantaraan Indonesia melalui kemitraan industri lokal yang kuat. Penyerahan yang bersejarah pada 15 Maret 2017 lalu menggarisbawahi kesuksesan yang dicapai di Indonesia dalam mewujudkan komitmen “Made-in-Indonesia”.

“Indonesia akan terus menjadi salah satu pemasok kunci bagi rantai pasokan kami, didukung oleh PTDI yang memiliki komitmen yang sejalan dengan kami untuk membangun industri kedirgantaraan yang kokoh dan progresif di negara ini,” tutur Ludovic.

Airbus Helicopters dan PTDI saat ini menjalankan kerja sama untuk 11 tipe helikopter berbeda, yaitu H225M, H215, AS565 MBe, AS365 N3+, H135, AS550, AS555, AS350, dan juga pada platform yang sudah ada lebih dahulu seperti NAS330, NSP332, dan MBO-105, untuk armada Kepresidenan Indonesia, TNI AU, TNI AD, TNI AL, POLRI, Basarnas, dan pusat pelatihan STPI; mendukung pelaksanaan berbagai misi operasional.

Tag : transportasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top