Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tertarik Tanam Modal, Arab Saudi Incar Tiga Area Pariwisata

Arab Saudi tertarik menanamkan modalnya di sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 28 Februari 2017  |  14:40 WIB
Lembah Anai di Sumatra Barat - Antara
Lembah Anai di Sumatra Barat - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Arab Saudi tertarik menanamkan modalnya di sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan investor swasta asal Arab Saudi sudah menyatakan keinginannya untuk berinvestasi di sektor pariwisata di Indonesia, selain sektor minyak dan gas serta perumahan rakyat. Tiga wilayah di Indonesia yang diminati investor Arab Saudi yakni Mandalika di Nusa Tenggara Barat, sekitar pesisir selatan kawasan Mande di Sumatra Barat, dan Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung.

"Kita gunakan terus untuk melobi para investor dari Timur Tengah yang ikut delegasi Raja Salman," ujar Arief di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (28/2/2017).

Menurutnya, terdapat sekitar 1.100 hektar tanah di sekitar Mandalika dan sekitar 400-an hektar tanah di kawasan Mande yang dapat digarap bersama investor asal Arab Saudi.

"Mereka sebagai investor. Kita akan bangun kawasan ekonomi khusus seperti di Tanjung Kelayang, Belitung, atau Tanjung Lesung, Banten. Mandalika sebagai KEK pariwisata," kata Arief.

Pada 1 Maret hingga 9 Maret 2017 Raja Salman bin Abdulaziz, raja dari Kerajaan Saudi Arabia, bakal menyambangi Indonesia. Tidak datang sendiri, Raja Salman didampingi 25 pangeran dan 20 menteri serta 1.500 orang Arab Saudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timur tengah arab saudi arief yahya raja salman investasi arab
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top