Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mentan Klaim Impor Jagung Turun 66%, Hemat Rp10 Triliun

Menteri Pertanian mengklaim Pemerintah menyelamatkan devisa Rp10 triliun setelah menekan impor jagung sebanyak 66% dalam dua tahun.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 13 Januari 2017  |  14:58 WIB
Mentan Klaim Impor Jagung Turun 66%, Hemat Rp10 Triliun
Petani jagung. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, KENDARI - Menteri Pertanian mengklaim pemerintah menyelamatkan devisa Rp10 triliun setelah menekan impor jagung sebanyak 66% dalam dua tahun.

Produksi jagung 2016 mencapai 23,16 juta ton, naik sekitar empat juta ton dari 2015 yang mencapai 9,19,83 juta ton.

"Impor sudah turun 66% menjadi 900.000 ton. Sebelumnya Indonesia masih mengimpor 3,6 juta ton jagung," ujar Mentan Andi Amran Sulaiman dalam pidatonya saat membuka Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 2017 dengan tema Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai, dan Sapi Wajib Bunting Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (13/1/2017).

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen Agus Surya Bakti dan Gubernur Sultra Nur Alam, Mentan mengatakan sukses itu bagian dari sejumlah capaian pembangunan pertanian dalam dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pada periode Januari-Mei 2016, impor jagung tercatat sebesar 700.000 ton. Sementara di periode yang sama tahun lalu, impor jagung tercatat sebesar 1,4 juta ton, terbanyak untuk perusahaan pakan ternak.

"Mudah-mudahan, tahun ini kita bisa swasembada jagung. Beras, dalam 32 tahun terakhir, kita sudah lebih dulu mencapai swasembada," tuturnya.

Mentan mengatakan saat ini petani akan untung jika berbudidaya jagung karena harga sudah ditetapkan Pemerintah Rp 3.150 per kilogram.

"Perum Bulog siap untuk membeli jagung dari para petani," tuturnya.

Sebelumnya Menta menjelaskan, saat ini rata-rata harga jagung di tingkat petani yang diserap perusahaan pakan ternak dihargai paling rendah Rp 3.150/kg.

Sejauh ini, pemerintah terus menggenjot naik anggaran jagung hingga 10 kali lipat, yakni pada 2014 anggaran jagung hanya Rp100 miliar, kemudian 2015 ditingkatkan menjadi Rp1,2 triliun dan pada 2016 ditingkatkan lagi
menjadi Rp2,1 triliun.

Sebelumnya, GPMT mengungkapkan kebutuhan jagung untuk bahan baku pakan ternak pada tahun 2017 diprediksi 8,5 juta ton, naik tipis dari kebutuhan tahun 2015 sebanyak 8 juta ton.

Sekjen Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Askam Sudin menyampaikan kebutuhan jagung 8,5 juta ton tersebut merujuk pada produksi pakan tahun 2017 yang diprediksi 17 juta ton.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor jagung
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top