Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri ESDM Kunjungi PLTDG Pesanggaran

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Jarman melakukan kunjungan ke PLTDG Pesanggaran dan PLN Area Pengatur Beban Bali untuk meninjau kondisi kelistrikan Bali selama periode Natal dan tahun baru 2017.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 29 Desember 2016  |  03:40 WIB
Penurunan beban puncak yang tidak terlalu besar ini disebabkan karena sebagian besar pelanggan PLN di Bali berasal dari pelanggan Rumah Tangga dan Bisnis. - Antara
Penurunan beban puncak yang tidak terlalu besar ini disebabkan karena sebagian besar pelanggan PLN di Bali berasal dari pelanggan Rumah Tangga dan Bisnis. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Jarman melakukan kunjungan ke PLTDG Pesanggaran dan PLN Area Pengatur Beban Bali untuk meninjau kondisi kelistrikan Bali selama periode Natal dan tahun baru 2017.

Kunjungan Menteri ESDM ini disambut oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat Murtaqi Syamsuddin dan General Manager PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto.

"Sejauh ini kebutuhan listrik di Bali sudah sangat mencukupi. Kondisi listriknya sangat aman,” tutur Jonan usai melakukan peninjauan PLTDG Pesanggaran, Rabu (28/12/2016).

Kondisi kelistrikan Bali saat ini memiliki beban puncak mencapai 860 MW dengan kondisi beban puncak siang mencapai 800 MW. Dengan kondisi tersebut, Bali masih memiliki cadangan daya sebesar 24 % dari total daya mampu mencapai 1300 MW. Pada malam Natal 2016 beban puncak tertinggi hanya mencapai 791 MW atau turun sebesar 8% dari beban puncak tertinggi yang terjadi pada pukul 19.30

Berbeda dengan perayaan Natal, pada malam pergantian tahun PLN memprediksikan akan terjadi penurunan beban puncak yang lebih besar hingga 20 % dari beban puncak tertinggi. Beban puncak siang hari diprediksi hanya 615 MW pada pukul 14.30 sedangkan beban puncak malam hanya 687 MW pada pukul 19.30.

“Penurunan beban puncak yang tidak terlalu besar ini disebabkan karena sebagian besar pelanggan PLN di Bali berasal dari pelanggan Rumah Tangga dan Bisnis karena seperti diketahui bisnis yang ada di Bali sebagian besar berkaitan dengan wisata sehingga pemakaian cenderung normal,”kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltd
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top