Pacu Kegiatan Riset, DPR Janji Upayakan Anggaran Khusus Pertanian

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat berjanji akan mengupayakan anggaran khusus pertanian guna mendukung kegiatan riset dan penelitian.
Miftahul Khoer | 21 Desember 2016 20:06 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, BOGOR - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat berjanji akan mengupayakan anggaran khusus pertanian guna mendukung kegiatan riset dan penelitian.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Viva Yoga Mauladi mengatakan anggaran untuk penelitian dan pengembangan di Kementerian Pertanian sekitar 6,5% pada tahun ini tidak optimal.

"Idealnya anggaran untuk litbang Kementerian Pertanian itu 10%-12% dari total anggaran yang dialokasikan, nanti kami akan terus usahakan," paparnya di sela talk show Peran Inovasi dalam Pembangunan Pertanian, di Bogor, Rabu (21/12/2016).

Menurutnya, anggaran Kementerian Pertanian tahun ini sekitar Rp27,58 triliun menurun dibandingkan dengan 2015 sebesar Rp31,51 triliun karena ada pemangkasan postur APBN termasuk untuk semua kementerian.

Dia mengatakan pada tahun-tahun berikutnya DPR akan terus berusaha membantu meningkatkan anggaran demi tercapainya pertanian yang dicita-citakan dan terwujudnya swasembada pangan.

Viva menambahkan inovasi di sektor pertanian dinilai sangat penting dalam pengembangan produksi dan produktivitas sektor tersebut. Oleh karena itu, dengan anggaran yang terbatas, pihaknya meminta litbang Kementan tidak berhenti berinovasi.

"Kami berharap ke depannya penelitian dan pengembangan Kementerian Pertanian juga fokus di inovasi alat mesin pertanian dan bagaimana mengembangkan hilir produksi pertanian," ujarnya.

Mantan Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menegaskan Badan Litbang Kementerian Pertanian masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar sektor pertanian lebih bisa dinikmati masyarakat.

Pertama, Balitbang Kementerian Pertanian harus memperhatikan keberadaan hasil inovasi terdahulu tanpa dihilangkan setelah ada inovasi baru. "Justru kalau saya pikir jika inovasi dulu masih relevan tidak ada salahnya untuk tetap digunakan dan kalau perlu diperluas," ujarnya.

Kedua, kata dia, sektor pertanian di Indonesia saat ini belum optimal mengangkat rantai nilai dalam memproduksi dan memasarkan produk pertanian.

Anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pangan, Utama Kayo meminta hasil penelitian Balitbang Kementerian Pertanian bisa lebih tereksplorasi untuk kegiatan dunia usaha.

Menurutnya, selama ini koordinasi antara hasil penelitian pertanian dengan dunia usaha belum tergarap dengan baik sehingga masyarakat belum bisa merasakan output dari inovasi pertanian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertanian, riset dan pengembangan

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top