Garuda Incar tambahan Pendapatan Kargo dari Sulawesi

Garuda Indonesia mengincar pendapatan kargo tambahan senilai US$4,1 juta seiring dengan adanya sinergi antara maskapai dengan Pos Indonesia dalam mengembangkan jaringan layanan kargo.
Ringkang Gumiwang | 21 Desember 2016 17:34 WIB
Pesawat kargo - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Maskapai dengan pelayanan penuh, Garuda Indonesia mengincar pendapatan kargo tambahan senilai US$4,1 juta seiring dengan adanya sinergi antara maskapai dengan Pos Indonesia dalam mengembangkan jaringan layanan kargo.

Dalam kerjasama tersebut, kedua perseroan akan saling memanfaatkan jaringan layanan yang dimiliki. Nantinya, sinergi BUMN tersebut dilakukan secara bertahap, dimulai dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Direktur Kargo PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Sigit Muhartono mengatakan pendapatan kargo maskapai di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua pada tahun ini hanya menyumbang sekitar US$1,75 juta.

“Dengan kerjasama ini, kami menghitung ada potensi tambahan pendapatan kargo yang dapat diraup dari Sulawesi mencapai US$4,1 juta. Apalagi, Pos Indonesia memiliki 155 kantor cabang di Sulawesi,” katanya di Jakarta, Rabu (21/12).

Sigit mengungkapkan belum optimalnya pendapatan kargo Garuda di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua selama ini disebabkan rendahnya penetrasi layanan jasa kargo dari Garuda ke wilayah tersebut.

Sekadar informasi, jumlah kantor layanan kargo Garuda (Cargo Service Center/CSC) di Sulawesi baru sebanyak tiga kantor. Adapun, pendapatan kargo baru menyumbang 6,5% dari total pendapatan Garuda, atau lebih kecil dari porsi ideal sekitar 8%-10%.

“Jadi kebayang, begitu Garuda punya 155 outlet, hasilnya akan menjadi sangat luar biasa. Apalagi, kalau kami juga sudah masuk ke seluruh kantor cabang Pos Indonesia di Indonesia yang mencapai 4.569 kantor,” tuturnya.

Sigit optimistis kargo Garuda akan kian tumbuh pada tahun-tahun mendatang, meskipun terdapat keterbatasan dalam operasional mengingat bisnis kargo Garuda masih mengandalkan pesawat penumpang, bukan pesawat khusus kargo.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahju Setijono menuturkan dengan kerjasama tersebut, Pos Indonesia kini dapat melayani pengiriman barang yang dikategorikan dangerous goods dan valuable goods.

"Sementara bagi Garuda Indonesia tentunya dengan kerja sama ini tidak perlu menambah outlet kargo, namun bisa dengan channeling di Pos Indonesia yang sudah tersebar di pelosok kecamatan," ujarnya.

Dengan kerjasama tersebut, Pos Indonesia telah melakukan pengiriman hasil laut sekitar satu ton dari Luwuk ke Jakarta. Adapun, Pos Indonesia juga mengirimkan heavy cargo dari Makassar ke kota-kota di Indonesia timur, melalui Garuda Indonesia.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia Group telah mengangkut volume kargo dan pos sebesar 295.217 ton sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, naik 14,7% dari periode yang sama tahun lau 257.304 ton.

Pada saat bersamaan, pendapatan maskapai dari kargo dan pos tumbuh 13%, atau sebesar US$155,8 juta. Adapun, kontribusi pendapatan kargo dan pos menyumbang tersebut sekitar 5% dari total pendapatan sebesar US$3,02 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, kargo udara

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top