Intrusi Air Laut, Petani Kelapa Riau Sulit Replanting

Sekitar 110.000 hektare kelapa di Indragiri Hilir, Riau dari total lahan 400.000 hektare mengalami kerusakan akibat intrusi air laut.
Gemal Abdel Nasser P. | 20 Desember 2016 17:06 WIB

Bisnis.com, PEKANBARU— Sekitar 110.000 hektare kelapa di Indragiri Hilir, Riau dari total lahan 400.000 hektare mengalami kerusakan akibat intrusi air laut. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pusat diharapkan memberikan bantuan replanting untuk daerah sentra produksi kelapa terbesar di Indonesia itu.

Said Syarifuddin, Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir mengatakan petani tidak memiliki dana karena kelapa yang rusak tersebut tidak bisa dipanen. Idealnya, replanting membutuhkan dana sekitar Rp15 juta untuk satu hektare perkebunan kelapa.

“Fenomena intrusi air laut terjadi setiap tahun. Tata kelola air sudah diperbaiki secara perlahan. Hanya saja, petani masih kesulitan untuk replanting,” katanya, saat berada di Pekanbaru, Selasa (20/12/2016).

Said menyebutkan, total lahan yang telah replanting hanya mencapai 7.000 hektare. Dia berharap pemerintah dapat memerhatikan hal ini agar produksi kelapa di daerah itu bisa terus meningkat. Selain itu, dia juga berharap korporasi dapat memberikan bantuan dana CSR.

Intrusi air laut itu merupakan masuknya air laut ke daratan. Pasang air laut dari utara di laut Timur Sumatra tersebut beberapa kali datang dalam setahun. Kelapa tidak mampu menyerap air asin yang bercampur dengan tanah gambut. Kerusakan juga diperparah dengan udang yang masuk seiring masuknya air laut ke daratan. Kerusakan tersebut sempat dibiarkan pada tahun 2010 hingga 2013 sehingga semakin parah.

Bahkan ada beberapa petani yang sudah beralih menanam sawit. Namun, tidak berhasil karena pola pertaniannya berbeda. Namun, pemerintah masih fokus untuk menyelamatkan perkebunan kelapa. Dari pantauan bisnis di lokasi, pohon kelapa yang mencapai ketinggan 25 meter tidak lagi memiliki daun. Hanya tinggal batang. Tanah di perkebunan tersebut juga berubah menjadi lumpur dan digenangi air. Tidak sedikit pohon-pohon yang tumbang.

Pemkab tengah berupaya untuk mengatasi hal ini untuk memperbaiki perekonomian. Upaya yang dilakukan pemerintah yaitu memperbaiki tata kelola air dengam membangun tanggul, memperbaiki saluran air dan mengatur ketinggian dan kelembapan air menggunakan pintu kelep.

Tag : kelapa, petani kelapa
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top