FESTIVAL ANIMASI CIMAHI: Animator Didorong Perkuat Bursa Film

Pelaksanaan Baros International Animation Festival (BIAF) didorong bisa menjadi bursa film animasi tingkat nasional yang dinilai prospektif untuk dikembangkan skala keekonomiannya.
Hedi Ardhia
Hedi Ardhia - Bisnis.com 17 November 2016  |  14:30 WIB
FESTIVAL ANIMASI CIMAHI: Animator Didorong Perkuat Bursa Film
Potensi industri kreatif nasional memang luar biasa. - BIAF2016

Bisnis.,com, CIMAHI - Pelaksanaan Baros International Animation Festival (BIAF) didorong bisa menjadi bursa film animasi tingkat nasional yang dinilai prospektif untuk dikembangkan skala keekonomiannya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan festival animasi tersebut merupakan pionir di Tanah Air sehingga sangat potensial untuk terus dikembangkan di era industri digital saat ini.

Menurutnya, saat ini pasar film animasi nasional sudah mulai berkembang, sehingga pelaksanaan festival animasi Cimahi sebaiknya tidak hanya fokus pada penawaran dan transaksi film animasi, tetapi pada genre lainnya yang lebih luas.

"Melihat potensinya sangat memungkinkan. Buktinya, kehadiran animator dunia saat ini begitu tinggi untuk mengikuti kegiatan festival animasi," katanya seusai Pembukaan BIAF 2016 di Cimahi Technopark, Kamis (17/11/2016).

Dia mengungkapkan sejak 2010 hingga 2016 kontribusi industri kreatif terhadap PDRB mencapai 7%. Selain itu, ada penyerapan tenaga kerja sebanyak 10,7% dari angkatan kerja. Kontribusi ekspor ekonomi kreatif mencapai Rp118 triliun atau sekitar 5,7% dari ekspor nasional.

Artinya, lanjut Deddy, potensi industri kreatif nasional memang luar biasa, sehingga kehadiran BIAF sangat strategis dalam menggerakan perekomoian nasional.

"Persoalannya bukan pda teknologi, tapi kreatif konten yang kental dengan muatan lokalnya. Lihat betapa hebatnya film animasi lokal seperti Sopo Jarwo hingga diputar berulang-ulang. Begitu banyak nilai-nilai budaya yang bisa diangkat."

Dia menambahkan dalam ekonomi kreatif yang paling mahal adalah ide dan kreativitasnya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi Benny Bachtiar menambahkan, kegiatan BIAF yang rutin digelar Pemkot Cimahi telah menjadi agenda nasional bahkan mencuri perhatian para pegiat animasi dari mancanegara karena animasi telah menjadi industri baru.

BIAF sendiri telah mengundang antusias animator luar negeri yang tingkat partisipasinya terus meningkat, seperti dari Malaysia, Singapura dan Thailand.

"Apalagi kali ini tempatnya sangat representatif karena Technopark mampu menampung 1.000 orang. Melalui pelaksanan BIAF kami berharap bisa dengan cepat meningkatkan daya saing Cimahi," ujarnya.

Benny menjelaskan BIAF menjadi agenda rutin Cimahi yang diharapkan mampu mendongkrak promosi investasi yang selama ini kurang maksimal. Kegiatan tersebut juga semakin memperkuat identitas Cimahi sebagai pusat usaha bisnis animasi yang ikut mengangkat sektor lainnya.

Industri animasi Cimahi ditempatkan dalam koridor industi telematik Jabar dalam MP3EI. Pemkot Cimahi melihat potensi SDM animator sangat besar ditambah potensi bisnisnya yang sangat menggiurkan.

Oleh karena itu, Pemkot Cimahi berupaya menjadikan industri animasi sebagai sektor unggulan, termasuk dengan mendirikan UPT Technopark maupun melalui pendidikan di SMA/SMK.

"Sampai sekarang sudah ada 17 startup, apalagi nanti kalau Technopark sudah berjalan, karena di situ ada inkubator bisnis. Dengan demikian, Cimahi ini kelak akan banyak tumbuh enterpreneur muda," tuturnya.

Ketua Cimahi Creative Association (CAA) Rudy Suteja berharap penyelenggaraan BIAF 2016 pada 17-20 November ini bisa melahirkan banyak penulis cerita animasi yang kreatif.

Pasalnya, perkembangan animasi di Indonesia sejauh ini sudah cukup bagus dan bisa bersaing dengan luar negeri. Akan tetapi, hal tersebut tidak didukung dengan kemunculan cerita-cerita yang menarik untuk diterapkan pada industri animasi di dalam negeri.

"Dalam animasi itu ada istilah story it's the way. Naruto itu secara animasi biasa saja, tapi ceritanya menarik dan mudah dipahami orang-orang. Jadinya banyak orang yang suka," kata Rudy.

Oleh karena itu, pada penyelenggaraan BIAF 2016 beberapa penulis cerita andal sengaja didatangkan sebagai pembicara, seperti Eric Castanet yang berasal dari Prancis, Hassan Abd Muthalib dari Malaysia, serta penulis naskah dari dalam negeri Eky NF.

Ada 16 pembicara dari 11 negara. Mereka kebanyakan masuk wilayah cara menulis cerita. Soalnya, kebutuhan kita memang ke arah penulisan cerita. Kedua, bagaimana animasi kita layak ditayangkan di tingkat nasional atau internasional. Jadi ada yang disebut bussiness evaluation.

Selama empat hari penyelenggaraan BIAF 2016, agendanya relatif dengan acara serupa tahun-tahun sebelumnya, yaitu pameran, talkshow, masterclass, bussiness meeting, lomba film animasi pendek, dan pemutaran film animasi.

"Ke depan kami bercita-cita menjadikan ajang ini bisa menarik minat orang-orang dari berbagai negara," pungkasnya. (k6)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
festival, animasi

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top