Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Resmi Larang Samsung Galaxy Note 7 Ikut Penerbangan

Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menginstruksikan para pengelola bandara dan operator penerbangan untuk memastikan ponsel pintar Samsung Galaxy Note 7 tidak dibawa dalam penerbangan.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 25 Oktober 2016  |  18:32 WIB
Samsung Galaxy Note 7  - Samsung.com
Samsung Galaxy Note 7 - Samsung.com

Bisnis.com, JAKARTA—Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menginstruksikan para pengelola bandara dan operator penerbangan untuk memastikan ponsel pintar Samsung Galaxy Note 7 tidak dibawa dalam penerbangan.
 
Larangan tersebut berlaku tidak hanya pada penumpang angkutan udara, namun juga awak pesawat. Ponsel pintar Samsung Galaxy Note 7 juga tidak boleh ditaruh di bagasi kabin, bagasi tercatat atau kargo.
 
Instruksi ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.  SE. 21/2016 yang ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo pada 20 Oktober 2016 yang lalu.
 
“Ponsel pintar Samsung Galaxy Note 7 mempunyai potensi bahaya meledak/ kebakaran,” ujar Suprasetyo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub dalam siaran pers, Selasa (25/10).
 
Surat edaran telah disampaikan kepada para pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti antara lain seperti Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU), dan operator penerbangan, baik nasional maupun asing.
 
Selain itu, surat edaran juga diberikan kepada Badan Usaha Bandar Udara Umum seperti PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, dan Penyelenggara Bandar Udara Khusus. Adapun, surat tembusan juga diberikan kepada Menteri Perhubungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub samsung galaxy note 7
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top