Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permen Kantong Plastik Berbayar: Perbedaan harga turut dibahas

Perbedaan harga menjadi salah satu poin yang diperhatikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penyusunan peraturan penteri mengenai kebijakan kantong plastik tidak gratis.
Anissa Margrit
Anissa Margrit - Bisnis.com 25 Oktober 2016  |  04:32 WIB
Diet Kantong Plastik - Antara/Wahyu Putro A
Diet Kantong Plastik - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA—Perbedaan harga menjadi salah satu poin yang diperhatikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penyusunan peraturan penteri mengenai kebijakan kantong plastik tidak gratis.

Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tersebut sedang dalam pembahasan. Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (B3) Kementerian LHK Tuti Hendrawati Mintarsih mengatakan beleid tersebut masih tetap ditargetkan terbit tahun ini. Regulasi itu sebelumnya ditargetkan kelar pada pertengahan 2016. Dia mengaku pihaknya telah bertemu dengan pemerintah daerah untuk membicarakan Permen tersebut.

"Harga itu termasuk yang dibicarakan dengan pemerintah daerah. Nanti akan ada pertemuan juga dengan pelaku usaha dan pertemuan besar dengan semua pihak terkait," ujar Tuti kepada Bisnis, Senin (24/10/2016). Dalam masa ujicoba kebijakan tersebut, beberapa daerah memang menerapkan harga yang berbeda dengan harga yang semula ditetapkan yaitu Rp200 per lembar kantong plastik. Balikpapan misalnya, menetapkan harga Rp1.500 per lembar.

Namun, pelaku usaha ritel dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai perbedaan harga ini membingungkan konsumen dan merugikan peritel. Hal itu turut menjadi alasan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk tidak lagi mengikuti ujicoba kebijakan tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

permendag Kantong Plastik Berbayar
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top