Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUMN Berpotensi Jalankan Sukuk Berbasis Wakaf

Bank Indonesia segera meluncurkan model sukuk berbasis wakaf untuk semakin memperdalam pasar keuangan syariah. Sukuk menjadi instrumen pasar keuangan syariah yang memiliki potensi mendanai aset wakaf.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 21 Oktober 2016  |  18:20 WIB
Kantor Bank Indonesia di Jakarta - Reuters/Iqro Rinaldi
Kantor Bank Indonesia di Jakarta - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia segera meluncurkan model sukuk berbasis wakaf untuk semakin memperdalam pasar keuangan syariah. Sukuk menjadi instrumen pasar keuangan syariah yang memiliki potensi mendanai aset wakaf.

Rifqi Simal, Analis Senior dan Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Kebijakan Syariah BI, mengatakan model yang ditawarkan oleh bank sentral nantinya penerbit sukuk akan melakukan kerja sama kontrak sewa jangka panjang dengan Nazir. 

Dana penjualan sukuk itu digunakan untuk membangun infrastruktur bersama kontraktor di atas tanah wakaf. Ketika infrastruktur sudah siap beroperasi, aset akan disewakan kepada penyewa.

Perolehan dana dari sewa tersebut akan dibagikan ke Nazir dan pemilik sukuk. Kemudian, di akhir periode, aset akan dikembalikan ke Nazir. Menurutnya, BUMN berpotensi sebagai salah satu penerbit sukuk.

"Yang memungkinkan potensinya ya BUMN. Apalagi BUMN ada yang bergerak di bidang infrastruktur sehingga bisa kerja sama dengan Nazir di tanah wakaf," katanya, di Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Rifqi menuturkan bank sentral telah mendiskusikan model itu dengan Kementerian BUMN. Namun, BI tidak bisa masuk pada pelaksanaan keputusan bisnisnya. BI akan meluncurkan model sukuk berbasis wakaf pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada 25 Oktober 2016 di Surabaya, Jawa Timur.

"Kita tidak masuk ke arah bisnis, tapi kita rumuskan modelnya saja kalau ada yang ingin manfaatkan, silakan dihitung, silakan dirancang sukuknya, bentuk sewanya berapa lama, imbalan seberapa besar," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn sukuk
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top