Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berperan Aktif dalam Layanan Pos Global RI Terpilih Jadi Anggota CA-UPU

Indonesia terpilih sebagai anggota Council of Administration (CA) Universal Postal Union (UPU), dalam pemilihan yang dilaksanakan pada Kongres UPU ke-26 di Istanbul, Turki tanggal 5 Oktober 2016.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 08 Oktober 2016  |  02:02 WIB
Layanan pos PT Pos Indonesia - Ilustrasi
Layanan pos PT Pos Indonesia - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia terpilih sebagai anggota Council of Administration (CA) Universal Postal Union (UPU), dalam pemilihan yang dilaksanakan pada Kongres UPU ke-26 di Istanbul, Turki tanggal 5 Oktober 2016.

Indonesia memperoleh suara terbanyak keenam dari 10 negara Kelompok IV dari kawasan Asia Selatan dan Oceania, yakni Jepang, RRT, Malaysia, Australia, Korsel, Indonesia, Uni Arab Emirates, Vietnam, Iran dan Pakistan.

Ketua Delegasi Indonesia Basuki Yusuf Iskandar mengatakan terpilihnya kembali Indonesia di CA - UPU untuk periode 2017-2020 tersebut merupakan bukti kepercayaan dunia internasional atas peran aktif Indonesia selama ini dan ke depan dalam perkembangan layanan pos global.

Basuki menekankan keanggotaan Indonesia di CA - UPU memiliki arti strategis bagi kepentingan nasional karena mendorong peningkatan pembangunan konektivitas setiap daerah di Indonesia melalui layanan pos dan memberikan kesempatan bagi Indonesia dalam menentukan arah dan rencana strategis perkembangan pos global ke depan.

“Terutama dalam masa transisi menuju layanan pos yang lebih terintegrasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT),” ujarnya melalui keterangan pers, Jumat (7/10/2016).

Dia menambahkan, keanggotaan Indonesia di UPU juga akan digunakan untuk memperjuangkan reformasi organisasi menuju UPU yang lebih efisien, efektif, dan tanggap atas dinamika perposan dunia yang berkembang pesat berkolaborasi dengan ICT.

Keanggotaan Indonesia terakhir kali di CA adalah pada 2012 karena sesuai aturan UPU, negara yang telah menjabat dua periode keanggotaan tidak dapat dipilih kembali untuk periode empat tahun berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pos
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top