Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REI Riau Bidik Kawasan Pekansikawan untuk Proyek Sejuta Rumah

Pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia wilayah Riau menargetkan wilayah di sekitar Pekanbaru, yaitu Kampar, Siak, dan Pelalawan (Pekansikawan), sebagai daerah pengembangan program sejuta rumah.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 08 September 2016  |  18:47 WIB
REI Riau Bidik Kawasan Pekansikawan untuk Proyek Sejuta Rumah
Proyek satu juta rumah - Ilustrasi/Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU - Pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia wilayah Riau menargetkan wilayah di sekitar Pekanbaru, yaitu Kampar, Siak, dan Pelalawan (Pekansikawan), sebagai daerah pengembangan program sejuta rumah.

Ketua REI Riau Amran Tambi mengatakan untuk Pekanbaru saat ini sudah sulit mendapatkan lahan yang sesuai untuk pengembangan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Program sejuta rumah dari pemerintah kan menyasar MBR, Pekanbaru sekarang sudah sulit dan lahannya terbatas, dari total rumah yang dibangun, porsi perumahan MBR hanya 20%," katanya kepada Bisnis, Kamis (8/9/2016).

Pada 2016, REI Riau mendapat target pembangunan MBR sebanyak 8.000 unit, dan saat ini realisasinya sampai awal September pada posisi 4.200 unit.

Untuk mengejar target, pihaknya menyasar kawasan sekitar Pekanbaru yang memiliki lahan cocok dan harganya sesuai bagi pengembangan rumah MBR. Kampar misalnya, daerah perbatasan Pekanbaru ini menjadi wilayah yang cukup tinggi dalam pembangunan perumahan, khususnya di batas antardaerah.

Selain itu, Siak dan Pelalawan juga menjadi incaran pengembang karena sebagai daerah industri, permintaan rumah mulai tumbuh. "Kami sasar daerah itu, dan kami optimistis sampai akhir tahun nanti target 8.000 unit bisa kami capai," katanya.

Sementara itu, PT Bank Riau Kepri mendukung pengembangan perumahan bagi MBR atau rumah komersial dengan memudahkan proses pengajuan kredit.

Direktur Utama BRK Irvandi Gustari mengatakan pada 2015 lalu, pihaknya menyalurkan program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 284 unit.

"Tahun lalu untuk FLPP kami ada sebanyak 284 unit, dan tahun ini kami dorong terus ditambah lagi dengan kerja sama Bapertarum PNS yang memudahkan pegawai membeli rumah," katanya.

Irvandi menjelaskan dukungan pihaknya dalam pembiayaan perumahan bagi pegawai negeri ini, didasarkan pada potensi pasar perumahan yang bagus di Pekanbaru.

Dia mencontohkan, sejumlah pegawai negeri yang bertugas di kabupaten seperti Siak, Kampar, Pelalawan, hingga Meranti, memilih untuk membeli rumah di Pekanbaru. "Karena itu kami mendukung program pemerintah lewat sejuta rumah ini, pasarnya memang bagus dan ada," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

realestat indonesia
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top