Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Zhongxianfeng New Energy Bangun Pabrik Kayu Lapis

Investor China di bawah naungan PT Zhongxianfeng New Energy saat ini tengah membangun industri kayu yakni pabrik penggergajian kayu dan kayu lapis di daerah Delta Pawan Kabupaten Ketapang, Kalbar.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 06 September 2016  |  21:26 WIB
Panel kayu dan kayu olahan - Ilustrasi/kemenperin.go.id
Panel kayu dan kayu olahan - Ilustrasi/kemenperin.go.id

Bisnis.com, PONTIANAK -  Investor China di bawah naungan PT Zhongxianfeng New Energy saat ini tengah membangun industri kayu yakni pabrik penggergajian kayu dan kayu lapis di daerah Delta Pawan Kabupaten Ketapang, Kalbar.

"Izin prinsip barusan masuk ke kita. Mereka sekarang lagi mengerjakan izin lokasi di Ketapang," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penanaman Modal dan Data Informasi Perizinan BPMPTSP Kalbar, Catur B Sulistyo, Selasa (6/9/2016).

Catur mengatakan total invetasi dari industri kayu tersebut yakni sebesar US$5 juta  atau setara dengan Rp65 miliar.

"Meskipun industri kayu lapis terus mengalami penurunan lantaran luas hutan yang berkurang, bahan baku semakin sulit didapat dan faktor perizinan, sektor ini masih menari bagi investor asing," katanya.

Ia merincikan berdasarkan data yang masuk ke pihaknya pabrik tersebut membuat produ seperti arang kayu, lantai kayu, panel board, partikel board, triplek dan berbagai macam produk lainnya.

"Perusahaan ini akan mengambil bahan baku dari pengelola hutan tanaman industri yang ada di sekitarnya," kata dia.

Catur menambahkan investasi PMA tersevut pihanya sangat mendukung lantaran industri kayu makin berkurang pemainnya.

"Sekarang yang besar mungkin tinggal Alas Kusuma, Liman dan beberapa perusahaan lama," kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor china kayu lapis

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top