Nilai Tukar Petani Pangan Turun

Kendati nilai tukar petani nasional pada Agustus 2016 tercatat mengalami kenaikan 0,17% dibandingkan bulan sebelumnya, nilai tukar petani pangan masih tergerus akibat panen raya di komoditas jagung dan ubi.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 01 September 2016  |  20:06 WIB
Nilai Tukar Petani Pangan Turun
Petani memanen padi dalam panen perdana, Selasa (27/10/2015) di lahan seluas 10,07 Ha di Subak? Pulagan, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. - Bisnis.com/Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati nilai tukar petani nasional pada Agustus 2016 mengalami kenaikan 0,17% dibanding bulan sebelumnya, nilai tukar petani pangan masih tergerus akibat panen raya komoditas jagung dan ubi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) disebabkan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,30%, lebih besar dari kenaikan harga yang dibayar petani sebesar 0,13%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, meningkatnya NTP nasional didorong oleh inflasi yang semakin terkendali. Namun, nilai tukar petani pangan menurun 0,08%.

Penurunan itu disebabkan panen raya jagung di berbagai wilayah, sehingga menyebabkan harga jagung turun. Hal itu juga terjadi pada komoditas ubi.

"Ubi rambat dan ubi kayu juga mengalami penurunan, tapi harga gabah masih naik," katanya, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Selain nilai tukar petani pangan, nilai tukar petani holtikultura juga menurun sebesar 0,27%. Penurunan terjadi pada komoditas buah-buahan dan tanaman obat.

Sementara itu, nilai tukar petani tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan 0,07% dan peternakan naik 0,97%. Kenaikan nilai tukar petani sektor peternakan disebabkan adanya momen Idul Adha pada pertengahan September 2016.

"Sedangkan peternakan, beberapa hari lagi Idul Adha sehingga sapi dan kambing naik. Peternak pada menaikkan harganya menyebabkan nilai tukar meningkat," ucapnya.

BPS juga mengumumkan harga gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp4.480/kg atau mengalami kenaikan 2,38% setelah sebelumnya mengalami penurunan 2,79%. Harga beras medium di penggilingan senilai Rp8.901/kg atau turun 0,35% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kendati NTP tanaman pangan mengalami kontraksi 0,08%, namun indeks harga yang diterima petani pada komoditas padi mengalami kenaikan 0,35%. Sasmito menuturkan harga beras masih relatif stabil meskipun mengalami naik turun yang tipis

"Pasar beras relatif stabil, nampaknya tidak ada moral hazard pada Agustus. Harganya relatif stabil, naik turun wajar-wajar saja dalam rentang yang tipis," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nilai tukar petani

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top