Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Lesu, Penjualan Nippon Paint Naik Double Digits

Konsumsi cat pada 2016 tertekan oleh kondisi pasar properti. Calon pembeli properti pada semester I/2016 cenderung menunda pembelian karena menantikan realisasi tax amnesty di tengah imbas perlambatan pertumbuhan ekonomi global.nn
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 11 Agustus 2016  |  15:00 WIB
Proyek rumah mewah - Ilustrasi/Bisnis.com
Proyek rumah mewah - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan cat PT Nippon Paint Indonesia masih tumbuh double digit di saat konsumsi cat nasional merosot pada semester I/2016.

CEO Decorative Paint PT Nippon Paint Indonesia Jon Tan mengatakan konsumsi cat pada 2016 tertekan oleh kondisi pasar properti. Calon pembeli properti pada semester I/2016 cenderung menunda pembelian karena menantikan realisasi tax amnesty di tengah imbas perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Namun, dia mengklaim Nippon Paint masih mampu membukukan pertumbuhan nilai penjualan double digits di tengah merosotnya total pasar di sektor cat dekoratif pada semester I/2016.

Keberhasilan tersebut ditopang strategi Nippon Paint mendongkrak penjualan produk premium yang berharga lebih tinggi.

“Kami menguasai sekitar 25% dari total nilai penjualan cat dekoratif di Indonesia. Untuk produk coating lain saya tidak bisa share karena saya hanya membawahi divisi dekoratif,” kata Tan.

Tan menjelaskan 10 pabrik Nippon Paint di Indonesia memproduksi cat untuk kebutuhan industri dan dekoratif. Cat untuk kebutuhan industri mencakup 30% dari volume penjualan Nippon atau sekitar 40% berdasarkan nilai penjualan, sedangkan volume penjualan cat dekoratif adalah 70% dari total volume atau setara dengan 60% nilai penjualan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti cat nippon paint
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top