Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGHEMATAN ANGGARAN: Seskab Usulkan Peniadaan Anggaran Kendaraan Baru

Sekretaris Kabinet mengajukan peniadaan anggaran pembelian kendaraan baru untuk Kementerian/Lembaga pada tahun depan dalam rangka penghematan anggaran yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4/2016.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 16 Juni 2016  |  19:58 WIB
Sekretaris Kabinet Pramono Anung - Jibiphoto/Gigih M. Hanafi
Sekretaris Kabinet Pramono Anung - Jibiphoto/Gigih M. Hanafi

Bisnis.com, JAKARTA – Sekretaris Kabinet mengajukan peniadaan anggaran pembelian kendaraan baru untuk Kementerian/Lembaga pada tahun depan dalam rangka penghematan anggaran yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4/2016.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan sebagai gantinya, pola penyewaan kendaraan akan diusulkan ketimbang pembelian kendaraan sehingga efisiensi anggaran akan tercapai.

“Kami akan mengusulkan kepada Menteri Keuangan, mobil-mobil pejabat tinggi negara tidak usah beli tetapi disewa saja. Karena itu akan menjadi lebih murah,” katanya di Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Pada tahun ini, Pramono mengatakan anggaran pembelian kendaraan menjadi salah satu pos yang ditiadakan dalam rangka penghematan anggaran di lembaga itu. Biaya penghematan itu nantinya akan digunakan untuk biaya pemeliharaan, perlengkapan dan jamuan, serta pelayanan umum di lingkungan Sekretariat Kabinet.

Tahun depan, Setkab memperoleh pagu indikatif sebesar Rp219,67 miliar atau turun 1,39% dibandingkan anggaran 2016 sebesar Rp222,78 miliar.

Dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI disimpulkan bahwa Pagu Indikatif Tahun 2017 Sekretaris Kabinet mencapai Rp219,67 miliar dan tambahan usulan anggaran Tahun 2017, Setkab sebesar Rp19,36 miliar akan dibahas dalam Rapat Kerja atau Rapat Dengar Pendapat mendatang.

Komisi II juga meminta Setkab segera menyampaikan laporan rincian hasil pelaksanaan Kegiatan Anggaran Tahun 2015 dan 2016 berjalan, yang akan digunakan sebagai materi pendukung dalam pembahasan berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn seskab
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top