Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini 3 Alternatif Rute Tol Cileunyi Garut Tasikmalaya

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersepakat mendetilkan tiga alternatif trase Tol Cileunyi Garut Tasikmalaya (Cigatas).
Jalur Nagrek
Jalur Nagrek

Bisnis.com, BANDUNG—Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersepakat mendetilkan tiga alternatif trase Tol Cileunyi Garut Tasikmalaya (Cigatas).
 
Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pihaknya awal pekan ini sudah menggelar rapat bersama BPJT, Dinas Bina Marga Jabar dan konsultan teknis. Para pihak menyepakati proyek ini harus diawali dengan harmonisasi antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang dilewati tol ini yakni Kabupaten Bandung, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran.
 
Sambil proses feasibility study (FS) berjalan pihaknya sudah menggelar koordinasi dengan kepala daerah daerah tersebut. Iwa mengaku upaya ini belajar dari perencanaan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) dan Soreang Pasirkoja (Soroja).

“Maka tol Cigatas harus lebih baik dari sisi perencanaan dan pelaksanaan,” katanya di Bandung, Rabu (15/6).

 

Trase I

Majalaya-Nagreg-Limbangan-Cibatu-Malangbong-Rajapolah-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar

Biaya: Rp 5,14 triliun

 Trase II

Majalaya-Nagreg-Limbangan-Cibatu-Garut Kota-Singaparna-Kota Tasikmalaya-Ciamis-Banjar

Biaya: Rp 5,374 triliun

 

Trase III

Majalaya-Nagreg-Limbangan-Garut-Singaparna-Kota Tasikmalaya-Ciamis-Banjar

 

Biaya: Rp 5,86 triliun

 

 

Sumber: Bina Marga Jabar, 2016


Dari rapat tersebut akhirnya dihasilkan kesimpulan sementara, pertama FS Tol Cigatas akan dilakukan sampai Banjar dan Ciamis sepanjang 100 kilometer. Keputusan ini dilakukan karena tol tersebut direncanakan terhubung ke Cilacap hingga Jogjakarta atau masuk jaringan Tol Trans Jawa. “Lalu ada tiga alternatif trase, BPJT sudah meminta pendalaman sampai koordinat,” katanya.
 
Tiga trase alternatif tersebut yakni pertama Majalaya-Nagreg-Limbangan-Cibatu-Malangbong-Rajapolah-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar, kedua Majalaya-Nagreg-Limbangan-Cibatu-Garut Kota-Singaparna-Kota Tasikmalaya-Ciamis-Banjar. “Sementara trase ketiga Majalaya-Nagreg-Limbangan-Garut-Singaparna-Kota Tasikmalaya-Ciamis-Banjar,” ungkapnya.
 
Iwa memaparkan dari ketiga trase ini keuntungan dan kerugian sudah bisa diketahui. Untuk trase pertama, tanahnya berbukit, tidak lawan longsor dan tidak memotong sawah. Trase kedua, berbukit, tidak rawan longsor, memotong sawah dan tanahnya lunak. “Ketiga rawan longsor, berbukit, tidak memotong sawah. Tapi tim teknis akan mendetilkan ini semua,” katanya.
 
Pihaknya berharap jika FS dan pendetilan kelar pada Juli mendatang, maka Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) akan memasukan tol ini ke dalam program jaringan tol nasional. Dimana selanjutnya akan mengalokasikan anggaran di APBN 2017 untuk pembebasan lahan.

“Jadi akhir 2018 kalau prosesnya lancar ini sudah bisa konstruksi,” cetusnya.
 
Pemprov Jabar melalui Bina Marga sendiri akan terus melakukan koordinasi dan harmonisasi ruas dan jaringan pendukung jalan tol. Upaya ini dilakukan agar saat konstruksi dimulai, para pihak tidak lagi berkoordinasi karena sudah dibahas dan disepakati di awal. “Harmonisasi ini jangan sampai di tol lancar, pas keluar kena bottlenecking,” paparnya.
 
Terpisah, Kabupaten Garut sudah mulai mengantisipasi rencana pembangunan Tol Cigatas dengan memasukan lima kecamatan ke kawasan industri berdasarkan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat yang kini masih dalam pembahasan. Kelima kecamatan tersebut adalah, Kecamatan Leles, Limbangan, Cibatu, Selaawi dan Malangbong.
 
Bupati Garut Rudi Gunawan mengatakan dalam pembahasan RTRW Jawa Barat pihaknya mendapatkan 10%n dari jumlah kecamatan di Kabupaten Garut sebagai kawasan industry. “Semuanya ada 5 kecamatan di Garut utara, yaitu, Leles, Limbangan, Selaawi, Cibatu dan Malangbong,” katanya.
 
Rudi menambahkan, diusulkannya 5 kecamatan tersebut sebagai calon kawasan industri terkait dengan rencana pembangunan jalan Tol Cigatas. Sehingga akan semakin memudahkan transportasi dalam distribusi hasil industri ke luar.
 
“Jadi itu daerah sayap tol Cigatas setelah dibangun nanti. Ini sangat menguntungkan dalam hal transportasi. Produk produk yang dihasilkan dari daerah tersebut akan lebih memudahkan dalam pengangkutan, karena dekat dengan akses jalan tol,” katanya.

Anggota DPRD Jabar Yod Mintaraga mengatakan perwujudan tol ini penting karena kawasan Nagreg dan Limbangan,Garut yang merupakan jalan utama di jalur selatan Jabar kerap menjadi sumber, kemacetan. "Kemacetan disini tidak hanya di saat mudik saja," katanya.

Karena itu dia menilai pembangunan jalan tol di jalur selatan Jabar sudah sangat diperlukan karena diyakini mampu menjadi solusi atas kemacetan yang selalu menghantui pemudik.

"Ke depan harus dipercepat pembangunan jalan tol, dari Padaleunyi ke Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar," katanya.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper