Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTU Rembang Klaim Selalu Bebas Asap Rokok

PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Bisnis Jasa Operasi dan Maintenance (PT PJB UBJOM) Rembang mendeklarasikan diri sebagai pembangkit listrik tenaga uap berstatus Star alias selalu tanapa asap rokok.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 01 Juni 2016  |  17:34 WIB
PLTU Rembang Klaim Selalu Bebas Asap Rokok
PLTU Rembang dibangun diatas lahan seluas 55 Ha, berada di Desa Leran dan Desa Trahan, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang - pln.co.id

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Bisnis Jasa Operasi dan Maintenance  (PT PJB UBJOM) Rembang mendeklarasikan diri sebagai pembangkit listrik tenaga uap berstatus Star alias selalu tanapa asap rokok.

Deklarasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari peringatan hari tanpa tembakau sedunia. Plt. Direktur SDM dan Administrasi PT PJB Suharto mengatakan hal ini menunjukkan komitmen manajemen untuk menciptakan PLTU Rembang yang bebas dari asap rokok.

“Ini agar keselamatan dan kesehatan kerja tetap terjaga,” katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (1/6/2016).

Program PLTU Star ditujukan untuk mengajak karyawan, tenaga outsourcing, tamu, dan mitra kerja bersama-sama menjaga aset perusahaan dan negara ini. Di samping itu juga untukk mencegah kebakaran dan menerapkan pola hidup sehat.  

“Kebijakan ini mengatur agar kegiatan merokok dilakukan di luar area PLTU. Manajemen mengarahkan orang yang akan merokok pada lokasi yang telah disediakan di luar area PLTU Rembang,” papar Suharto

Program PLTU Star di Rembang yang digulirkan November tahun lalu menunjukkan hasil. Jumlah temuan karyawan atau mitra kerja yang masih membawa rokok ke area PLTU Rembang turun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top