Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bekasi Sudah Padat, Lahan Industri di Subang Diklaim Sangat Menjanjikan

Semakin terbatasnya lahan di wilayah Bekasi membuka peluang yang semakin besar bagi wilayah Subang sebagai kawasan industri primadona baru di masa mendatang. Sejumlah perusahaan penyedia kawasan industri pun kini mulai serius menjajaki akuisisi lahan di wilayah tersebut.n
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 03 Mei 2016  |  19:30 WIB
Proyek pembangunan kawasan industri - Ilustrasi
Proyek pembangunan kawasan industri - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Semakin terbatasnya lahan di wilayah Bekasi membuka peluang yang semakin besar bagi wilayah Subang sebagai kawasan industri primadona baru di masa mendatang. Sejumlah perusahaan penyedia kawasan industri pun kini mulai serius menjajaki akuisisi lahan di wilayah tersebut.

Senior Associate Director PT Cushman & Wakefield Indonesia Wira Agus mengatakan, ekspansi pembukaan lahan industri baru di wilayah Bekasi saat ini semakin terbatas, seiring semakin cepatnya pembangunan di wilayah tersebut.

Sementara itu, wilayah Subang kini semakin dilirik sebab masih memiliki potensi sebagai kawasan industri baru dengan harga lahan yang lebih murah. Potensi wilayah ini terutama didukung oleh kehadiran jalan tol Cikopo-Palimanan atau Cipali yang mulai beroperasi tahun lalu.

“Tanah di Bekasi sudah semakin mahal. Alternatif yang paling memungkinkan untuk dicari developer itu ya ke daerah Cipali, termasuk Subang. Kami tahu sudah banyak developer besar yang sudah ancar-ancar akan incar kawasan industri di situ,” katanya melalui sambungan telepon, dikutip Selasa (3/5/2016).

Sebelumnya, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengungkapkan rencana akuisisi lahan untuk pengembangan kota industri di Subang seluas 500 hektar. Wira mengatakan, selain SSIA masih ada sejumlah perusahaan besar tertutup lainnya yang serius ingin mengakuisisi lahan di Subang.

Meski begitu, menurutnya tahun ini belum akan kelihatan aksi akusisi lahan yang berarti untuk penyediaan cadangan lahan industri di wilayah Subang. Selain karena animo kalangan pengembang menyasar wilayah ini masih relatif baru karena tol Cipali baru beroperasi, pasar kawasan industri tahun ini juga secara umum diproyeksikan masih melemah.

Cushman & Wakefield memproyeksikan penyerapan lahan industri untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya hanya akan mencapai 300 hektar sepanjang tahun ini. Jumlah ini semakin melemah dibandingkan realisasi tahun lalu yang masih bisa menyentuh 335 hektar.

Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan sejumlah perusahaan penyedia lahan industri di Bekasi dan juga Karawang saat ini masih memiliki cadangan lahan yang siap dijual.

Greenland International Industrial Center atau GIIC adalah salah satu yang memiliki cadangan lahan yang cukup besar, dengan rencana pengembangan hingga 3.000 hektar di Bekasi.

Meski begitu, dirinya mengungkapkan tren ke depan pengembangan kawasan industri Bekasi dan Karawang adalah ke arah Subang. Hal ini semakin diperkuat oleh rencana pembangunan pelabuhan laut Patimban, Subang, sebagai pengganti Cilamaya, Karawang.

“Hanya saja sementara ini di Subang masih dalam tahap persiapan. Saya rasa pilihannya masih di Bekasi, Karawang dan Tangerang,” katanya.

Sanny mengakui, permintaan lahan industri sepanjan kuartal pertama tahun ini sangat rendah. Meskipun cukup banyak investor yang menunjukkan minat investasi ke Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), tetapi tampaknya investor masih menahan diri untuk merealisasikan investasi melalui pendirian industri atau pabrik baru.

“Tadinya harapan saya bisa tumbuh 100% dibandingkan tahun lalu yang sekitar 350 hektar, tetapi kalau dilihat dari kuartal pertama yang hanya sekitar 19 hektar sampai 20 hektar, ini agak berat. Harapannya di kuartal kedua atau semester kedua mudah-mudahan bisa tubuh 50%,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lahan industri
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top