Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Royalti Ore: Pemerintah Diminta Tak Hanya Lihat Aspek Penerimaan Negara

Pemerintah harus melihat royalti di sektor pertambangan sebagai instrumen untuk merangsang pertumbuhan indusri dalam negeri dan bukan hanya sekadar penerimaan negara.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 21 April 2016  |  00:07 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah harus melihat royalti di sektor pertambangan sebagai instrumen untuk merangsang pertumbuhan indusri dalam negeri dan bukan hanya sekadar penerimaan negara.

Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Ciruss) Budi Santoso mengatakan pemerintah harus memikirkan hal tersebut sebelum menaikan royalti mineral mentah (ore).

Dia justru mendorong agar royalti bagi komoditas yang dibutuhkan untuk kepentingan nasional dihapuskan saja.

"Untuk komiditi yang butuhkan nasional bebas royalti dan untuk ekspor langsung dinaikkan saja," katanya, Rabu (20/4/2016).

Di sisi lain, anggota Komisi VII DPR Kurtubi mengatakan selama ini penerimaan negara dari sektor pertambangan sangat rendah bila dibandingkan dengan tingkat produksinya.

Oleh karena itu, dia menilai royalti komoditas tambang memang seharusnya dinaikkan untuk mengoptimalkan penerimaan negara tersebut.

"Royalti memang sudah seharusnya lebih tinggi. Jangan sampai sumber daya alam kita habis tapi penerimaan negara sangat sedikit," ujarnya.

Adapun rencana penaikan royalti ore tersebut sudah masuk dalam pokok pembahasan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang Berlaku di Kementerian ESDM.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

royalti tambang mineral ciruss
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top