Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Royalti Ore: Apemindo Tak Keberatan, Asal Wajar

Pelaku usaha pertambangan mineral meminta agar kenaikan royalti mineral mentah atau ore berada di tingkat yang wajar agar tidak menyurutkan minat investasi di dalam negeri.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 20 April 2016  |  23:53 WIB
Tambang mineral - Antara
Tambang mineral - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha pertambangan mineral meminta agar kenaikan royalti mineral mentah atau ore berada di tingkat yang wajar agar tidak menyurutkan minat investasi di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) Ladjiman Damanik mengatakan penaikan royalti ore tersebut sah-sah saja asalkan tetap pro-investasi.

"Apalagi saat ini transaksi ore kan hanya untuk domestik saja," katanya, Rabu (20/4/2016).

Ladjiman khawatir apabila kenaikannya terlalu tinggi, minat pengusaha untuk membangun industri pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) akan berkurang.

Adapun rencana penaikan royalti ore tersebut sudah masuk dalam pokok pembahasan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang Berlaku di Kementerian ESDM.

Rencananya, nilai royalti ore akan sedikit lebih tinggi dari nilai royalti produk hasil pemurnian. Dengan begitu, penerimaan royalti dari komoditas yang dipasok untuk smelter Izin Usaha Industri (IUI) menjadi lebih optimal.

Sementara smelter yang memakai Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus selama ini telah membayar royalti dari produk smelter yang nilainya jauh lebih tinggi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mineral iup royalti
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top