Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Butuh Rp190,45 Triliun

Pembangunan 10 destinasi pariwisata prioritas Indonesia ditaksir akan memerlukan total investasi senilai Rp190,45 triliun.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 15 April 2016  |  01:33 WIB
Festival Kasada di Gunung Bromo. Gunung di Jawa Timur ini merupakan salah satu favorit wisatawan. - Reuters/Beawiharta
Festival Kasada di Gunung Bromo. Gunung di Jawa Timur ini merupakan salah satu favorit wisatawan. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan 10 destinasi pariwisata prioritas Indonesia ditaksir akan memerlukan total investasi senilai Rp190,45 triliun.

Adapun jumlah investasi yang diharapkan dari pemerintah sebesar Rp94,63 triliun. Sisanya Rp96,82 triliun diharapkan dapat mengalir dari investasi swasta, baik penanaman modal dalam negeri maupun asing.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan masing-masing destinasi masih sangat memerlukan infrastruktur yang menunjang akses ke lokasi, seperti bandara, pelabuhan dan jalan tol.

"Misalnya, untuk Morotai, yang kritikal untuk dilakukan yakni pengembangan bandara," kata dia usai rakor di Jakarta pada Rabu (13/4/2016).

Selain mengharapkan pemerintah pusat untuk mendatangkan investor, Arief berharap pemerintah daerah juga proaktif mengundang investor dengan memberikan insentif.

Presiden Joko Widodo menetapkan 10 destinasi pariwisata prioritas 2016. Wujud percepatan pembangunannya antara lain pembentukan manajemen yang terintegrasi berupa Kawasan Ekonomi Khusus dan Badan Otorita.

Ada empat KEK yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah yakni Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, dan Tanjung Kelayang. Sedangkan sisanya, yakni Danau Toba, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Labuan Bajo dan Wakatobi akan dikelola dalam bentuk badan otorita lewat peraturan presiden.

Sebanyak 10 destinasi ini diharapkan dapat mendukung target mendatangkan 12 juta wisman dengan devisa Rp172 triliun pada 2019.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata destinasi
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top