Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korsel Siapkan Investasi Transportasi Gas US$80 Juta

Pelaku usaha galangan kapal menyambut baik rencana investasi dari Korea Selatan senilai US$80 juta ke Indonesia untuk menunjang transportasi laut melalui pembangunan terminal gas sebagai storage.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 03 April 2016  |  15:45 WIB
Ilustrasi Kapal pengangkut LNG. - Ilustrasi
Ilustrasi Kapal pengangkut LNG. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha galangan kapal menyambut baik rencana investasi dari Korea Selatan senilai US$80 juta ke Indonesia untuk menunjang transportasi laut melalui pembangunan terminal gas sebagai storage.

Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Eddy K Logam menyambut baik kedatangan investor asing yang ingin melakukan investasi di sektor galangan kapal.

“Kalau dari segi investasi kami mengharapkan pemerintah bisa selektif dalam menerima investasi di galangan kapal yang mana sesuai kebutuhan dalam negeri,” tutur Eddy kepada Bisnis, Minggu (3/4).

Menurut Eddy asosiasi pengusaha galangan kapal memang membutuhkan investasi untuk pembangunan galangan kapal diatas 50000 GT. Dia menyarankan investor mau membangun galangan kapal dalam ukuran besar. Selama ini sudah banyak galangan kapal di bawah 17.000 GT yang dibangun oleh pelaku usaha domestik.

“Oleh sebab itu kami welcome sekali kalau ada investasi karena selama ini memang tidak ada galangan kapal diatas 50000 GT. Kami juga mengharapkan investor itu mau melakukan transfer of technology bukan hanya membuka lahan usaha,” tuturnya.

Eddy pun mengakui ke depannya Indonesia akan didominasi oleh LNG. Dia meyakni ke depannya transportasi berbasis gas akan lebih banyak dibangun termasuk pengadaan kapal-kapal pengangkut LNG.

Sebelumnya, Kepala BKPM RI Franky Sibararani menyebutkan bahwa investor asal Korea Selatan kembali menyampaikan minat investasi di Indonesia untuk sektor perkapalan. Investor Korea Selatan tersebut menyiapkan nilai investasi sebesar US$80 juta atau setara dengan Rp 1 triliun sesuai kurs dolar AS Rp12.500. Pasalnya nilai investasi itu untuk menyediakan dua kapal transportasi gas untuk pembangunan terminal gas sebagai storage.

“Melalui minat investasi tersebut menunjukkan adanya peluang yang cukup besar dan berkelanjutan di industri transportasi laut,” ungkap Franky dalam siaran pers.

Investor juga sempat menyinggung program Presiden tentang tol laut yang akan memberikan dampak positif bagi Indonesia. Rencananya, investor akan segera melakukan site visit ke Indonesia untuk mencari mitra lokal.

Franky menambahkan, Korea Selatan adalah salah satu negara yang aktif berinvestasi di Indonesia. Realisasi investasi Korea Selatan selama 2015 lalu tercatat sebesar Rp15,1 triliun yang terdiri dari 2329 proyek. Sementara 2010-2015, investasi yang telah direalisasikan mencapai angka Rp79,6 triliun.

“Investasi dari Korea Selatan selama lima tahun terakhir selalu berada di peringkat lima besar teratas, sehingga menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu sumber utama investasi di Indonesia.

Sementara dari sisi komitmen investasi dari Korea Selatan sepanjang tahun lalu, BKPM mencatat sebesar US$4,8 miliar dengan pertumbuhan mencapai 86% dibandingkan periode tahun sebelumnya,” ungkap Franky.

Pejabat Promosi Investasi Kantor Perwakilan BKPM (IIPC) di Seoul, Imam Soejoedi menyatakan minat investasi ini merupakan hasil proactive marketing IIPC Seoul dengan cara mendatangi beberapa perusahaan yang menjadi target investor.

“Pada 2015 lalu, kami bertemu langsung dengan beberapa perusahaan yang akan menjadi target investor, yaitu perusahaan besar yang dapat memberikan nilai lebih bagi Indonesia untuk menanamkan modalnya di lima sektor prioritas. Kami menjalankan strategi pro-active marketing dan clearing house agent,” jelas Imam.

Investasi yang masuk dari Korea Selatan pada 2015 tercatat mencapai Rp1,2 miliar tumbuh sebesar 7,6% dari periode yang sama tahun 2014. Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea didominasi oleh sektor industri logam yang mencapai 45%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas transportasi laut investasi korsel
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top