Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab Rendahnya Impor Bahan Baku/Penolong Januari

Kementerian Perindustrian menilai penurunan nilai impor bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari 2016 dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya akibat industri meningkatkan stok menjelang natal dan tahun baru.
Muhammad Abdi Amna
Muhammad Abdi Amna - Bisnis.com 15 Februari 2016  |  19:34 WIB
Ini Penyebab Rendahnya Impor Bahan Baku/Penolong Januari
Ilustrasi - afagh.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian menilai penurunan nilai impor bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari 2016 dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya akibat industri meningkatkan stok menjelang natal dan tahun baru.

Haris Munandar N., Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kemenperin, mengatakan kendati nilai impor bahan baku/penolong turun 22,03% dibandingkan tahun lalu, porsi impor golongan barang ini masih di atas 70%.

“Kita tidak bisa menarik kesimpulan secara keseluruhan hanya melihat impor pada Januari. Karena pada Desember pelaku industri meningkatkan stok bahan baku untuk menghadapi natal, tahun baru serta liburan panjang,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (15/2/2016).

Secara siklus tahunan, lanjutnya, impor bahan baku/ penolong dan barang modal pada Januari selalu rendah. Secara siklus tahunan juga, pada Januari impor barang konsumsi meningkat, utamanya didorong oleh permintaan produk tekstil.

Oleh karena itu, lanjutnya, gambaran riil kondisi sektor manufaktur akan terlihat mulai Februari ataupun Maret. Selama ini, lanjutnya, impor bahan baku/penolong industri didominasi oleh industri makanan dan minuman serta petrokimia.

Namun, berdasarkan data BPS, impor nonmigas golongan barang serealia, yang menjadi salah satu bahan baku industri makanan & minuman pada Januari 2016 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya meningkat 86,3%, yakni dari US$238 juta menjadi US$443,4 juta.

“Kalau di industri makanan dan minuman, permintaan Januari sudah bagus, terasa lebih baik,” ujar Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan baku impor bahan baku
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top