Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumah Sakit di Australia Tolak Bebaskan Balita Imigran

Dokter di rumah sakit anak Lady Cilento, Brisbane, Australia menolak untuk memberikan ijin pulang seorang balita perempuan usai dirawat akibat luka bakar serius.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 13 Februari 2016  |  11:50 WIB
Rumah sakit anak Lady Cilento, Brisbane.  - childrens.health.qld.gov.au
Rumah sakit anak Lady Cilento, Brisbane. - childrens.health.qld.gov.au

Kabar24.com, PERTH— Dokter di rumah sakit anak Lady Cilento, Brisbane, Australia menolak untuk memberikan ijin pulang  seorang balita perempuan seusai dirawat akibat luka bakar serius.

Dilansir dari Straitstimes, juru bicara rumah sakit mengatakan kepada Reuters, Sabtu (13/2/2016), anak perempuan 1 tahun tersebut tidak akan dilepaskan dari rumah sakit sampai lingkungan tempat tinggalnya pantas untuk dihuni.

Balita perempuan dan orang tuanya menginginkan untuk dikembalikan ke kamp di pulau kecil Pasifik Selatan Nauru, sekitar 3.000 km timur laut dari Australia, pusat penahanan imigrasi, yang menampung lebih dari 500 imigran yanng telah banyak dikritik karena kondisi yang keras dan laporan pelecehan anak sistemik.

Pada awal bulan ini Pengadilan Tinggi Australia menolak sebuah kasus uji hukum yang menentang hak Australia untuk mendeportasi 267 anak-anak pengungsi dan keluarga mereka yang telah dibawa ke Australia dari Nauru untuk perawatan medis.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan para pencari suaka akan diperlakukan dengan kasih sayang dan keputusan untuk mendeportasi akan dilakukan jika terdapat kasus—kasus yang dilakukan oleh para imigran.

Kementerian Imigrasi, Peter Dutton ini tidak menanggapi permintaan untuk komentar pada sikap RS Lady Cilento yang menolak untuk memulangkan seorang Balita akibat luka bakar yang terjadi ditempat tinggalnya.

Bayi perempuan itu diterbangkan dari Nauru ke Brisbane untuk pengobatan untuk luka bakar serius bulan lalu.

"Semua keputusan yang berkaitan dengan pengobatan dan debit pasien yang dibuat oleh staf klinis yang berkualitas, berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi klinis pasien individu dan keadaan," kata rumah sakit dalam sebuah pernyataan.

“Keputusan untuk hanya melepaskan anak untuk lingkungan yang sesuai halnya dengan setiap anak yang menyajikan di rumah sakit," katanya.

Sikap rumah sakit, meskipun tidak politik, menambah tekanan pada pemerintah Australia dan kebijakan pengiriman pencari suaka yang mencoba untuk mencapai negara dengan perahu ke kamp-kamp di Nauru atau di pulau Manus di Papua New Guinea. Mereka tidak menawarkan pemukiman kembali di Australia.

Jumlah pencari suaka berusaha mencapai Australia lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tiba di Eropa, tetapi keamanan perbatasan adalah isu politik yang cukup memanas mengingat Australia akan mengadakan pemilihan umum nasional di akhir tahun. ()

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengungsi kekerasan anak pemerintah australia
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top