Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tersangka Pembawa Pupuk Palsu Ini Coba Suap Aparat TNI

Tersangka berinisial R pembawa truk berisikan pupuk oplosan atau pupuk palsu mencoba menyuap aparat TNI dari Koramil 14 Minas Kabupaten Siak yang menangkapnya.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 27 Januari 2016  |  15:51 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU – Tersangka berinisial R pembawa truk berisikan pupuk oplosan atau pupuk palsu mencoba menyuap aparat TNI dari Koramil 14 Minas Kabupaten Siak yang menangkapnya.

Danrem 031 WB Pekanbaru Brigjen TNI Nurendi mengatakan anggotanya yaitu Komandan Girsang dari Koramil 14 Minas berhasil menangkap tangan seorang supir truk yang membawa pupuk palsu.

“Setelah tertangkap tangan itu, pelaku berinisial R yang membawa pupuk palsu dari Payakumbuh Sumatra Barat ini mencoba menyuap aparat, dengan nilai dari Rp1 juta sampai Rp15 juta,” katanya, Selasa (26/1/2016).

Mengingat banyaknya laporan masyarakat yang menanggung kerugian karena pupuk yang dibeli ternyata tidak bermanfaat bagi kesuburan tanaman warga, Komandan Girsang langsung menolak tawaran tersebut.

Setelah itu dia melaporkan temuan tersebut kepada kesatuan Korem 031 WB Pekanbaru karena lebih dekat dari lokasi penemuan tersangka di wilayah Minas ke Pekanbaru.

Sebelumnya disebutkan Komandan Girsang menangkap pelaku karena menunjukkan perilaku mencurigakan pada Minggu (24/1) lalu di daerah Rindu Sempadan, Minas Kabupaten Siak. Lalu sang supir truk diamankan dan dibawa ke markas Koramil Minas.

Menurut Nurendi, dari penuturan supir yang telah diamankan, truk pembawa pupuk palsu itu berangkat dari Kota Payakumbuh Sumatra Barat menuju Kota Siak dan membongkar muatannya di sana.

Tetapi sebelum rencana itu berhasil dilakukan, Komandan Girsang yang berpatroli di daerah Minas melihat ada gerakan mencurigakan dari pengendara truk itu. Setelah diinterogasi, pelaku mengakui kalau dirinya membawa pupuk palsu.

Adapun pelaku distribusi pupuk palsu ini diancam pidana kurungan selama 5 tahun penjara dan denda maksimal 250 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk suap tni
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top