Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korem 031 WB Pekanbaru Gagalkan Distribusi Pupuk Oplosan

Korem 031 Wira Bima Pekanbaru berhasil menggagalkan distribusi pupuk oplosan atau pupuk palsu dari wilayah Payakumbuh Sumatra Barat ke Siak Provinsi Riau.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 27 Januari 2016  |  07:18 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU – Korem 031 Wira Bima Pekanbaru berhasil menggagalkan distribusi pupuk oplosan atau pupuk palsu dari wilayah Payakumbuh Sumatra Barat ke Siak Provinsi Riau.

Danrem 031 WB Brigjen TNI Nurendi mengatakan penangkapan pelaku distribusi pupuk palsu ini berhasil dilakukan oleh anggotanya dari Koramil 14 Minas yaitu Komandan Girsang.

“Anggota kami yaitu Komandan Girsang dari Koramil 14 Minas berhasil menangkap tangan truk yang membawa pupuk palsu karena awalnya yang terlihat mencurigakan, pelaku di tangkap di daerah Rindu Sempadan Kecamatan Minas, Siak,” katanya saat ekspos, Selasa (26/1).

Menurut Nurendi, dari penuturan supir yang telah diamankan, truk pembawa pupuk palsu itu berangkat dari Kota Payakumbuh Sumatra Barat menuju Kota Siak dan membongkar muatannya di sana.

Tetapi sebelum rencana itu berhasil dilakukan, Komandan Girsang yang berpatroli di daerah Minas melihat ada gerakan mencurigakan dari pengendara truk itu. Setelah diinterogasi, pelaku mengakui kalau dirinya membawa pupuk palsu.

Setelah dibawa ke pos Koramil, akhirnya Girsang memutuskan untuk segera mengamankan pelaku beserta barang bukti pupuk palsu sebanyak delapan ton dengan dua jenis pupuk yang dipalsukan yaitu pupuk dolomite yang dioplos menjadi kieserite, dan pupuk NK Gurita dioplos menjadi pupuk KCL.

“Tindakan ini kami harapkan menjadi pelajaran bagi pihak lainnya yang mencoba untuk melakukan penipuan dengan cara mengoplos pupuk, pelaku dan barang bukti segera kami limpahkan ke kepolisian untuk diproses secara hukum,” katanya.

Adapun pelaku distribusi pupuk palsu ini diancam pidana kurungan selama 5 tahun penjara dan denda maksimal 250 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk tni pekanbaru produk palsu
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top