Pasar Lokal Sektor Alas Kaki Turun 20%

Pelaku industri alas kaki menyatakan bahwa pasar lokal mengalami penurunan berkisar 20% pada 2015 dibanding tahun lalu, terutama disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat.
Shahnaz Yusuf | 02 Januari 2016 11:20 WIB
Alas Kaki - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri alas kaki menyatakan bahwa pasar lokal mengalami penurunan berkisar 20% pada 2015 dibanding tahun lalu, terutama disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan bahwa produsen yang fokus untuk pasar lokal lebih mengutamakan menghabiskan stok yang ada ketimbang memproduksi yang baru karena penjualan mengalami perlambatan di sepanjang tahun ini.

“Pasar lokal itu tidak ada pertumbuhan sama sekali. Kalau tahun lalu itu satu bulan bisa dapat Rp2,5 triliun, sekarang itu per bulannya tidak sampai Rp2 triliun. Selain daya beli yang kurang, produsen juga banyak memberi diskon. Sekadar untuk menghabiskan stok saja,” ujarnya pada Bisnis belum lama ini.

Pada paruh pertama tahun ini, produsen juga sudah mulai menurunkan produksi berkisar 20% serta secara perlahan mengurangi tenaga kerja. Lesunya pasar domestik membuat beberapa produsen menyiasati kapasitas produksi pabrik dengan mengalihkan porsi lokal ke pasar ekspor.

Lebih lanjut, Eddy beranggapan bahwa prospek industri akan lebih baik pada 2016 dengan adanya atensi khusus pemerintah terhadap sektor industri padat karya. Dia berharap atensi tersebut akan membuat kebijakan-kebijakan yang diambil selanjutnya bisa mendukung sektor tersebut.

Menurutnya, hal terpenting yang perlu dilakukan pemerintah pada tahun depan ialah memperkuat situasi pasar dalam negeri dengan mendorong daya beli beli masyarakat. “Kalau pasar sudah membaik, otomatis produsen juga lebih enak iklim usahanya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alas kaki

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top