Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Musim Tanam Molor, Penyerapan Pupuk Subsidi Petrogres Hanya 63%

Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2015  |  10:08 WIB

Bisnis.com, MANADO - Realisasi pupuk bersubsidi di Provinsi Sulawesi Utara oleh PT Petrokimia Gresik hingga pada pengujung 2015 baru sebesar 63% akibat dampak tertundanya musim tanam diakhir tahun.

"Biasanya di kuartal IV akan terjadi musim tanam dan permintaan pupuk pasti tinggi, namun tahun ini akibat kemarau yang cukup panjang membuat musim tanam sedikit tertunda sehingga penyerapan pupuk bersubsidi juga tidak maksimal," kata Manager Humas PT Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono, Kamis (31/12/2015).

Dia mengatakan untuk penugasan pemerintah yang harus disalurkan ke petani pada  2015 sebanyak 471.393 ton khusus di Sulut namun kenyataannya yang terserap hanya 297.621 ton atau sekitar 63% dari kuota.

Untuk pupuk bersubsidi jenis ZA kuota yang telah diatur oleh pemerintah untuk di Sulut sebanyak 450 ton dalam satu tahun yang terserap oleh petani hanya 285 ton dan masih tersisa di gudang sebanyak 165 ton.

Dia mengatakan untuk pupuk bersubsidi jenis SP-36 kuotanya sebanyak 4.194 ton yang tersalur 3.417 ton dan masih ada sisa alokasi tahun 2015 sebanyak 777 ton.

Begitu pula, katanya, dengan jenis NPK kuota di tahun 2015 sebanyak 14.799 ton dan yang tersalur hanya 9.204 ton sehingga masih tersisa 5.595 ton.

Dengan demikian, katanya, memasuki musim tanam yang jatuh pada awal tahun ini stok pupuk bersubsidi di Sulut sangat mencukupi. "Masyarakat dan petani tidak perlu khawatir karena stok pupuk cukup aman," jelasnya.

Yusuf mengatakan saat ini stok pupuk bersubsidi yakni ZA, SP-36 dan NPK baik di gudang Bitung, Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow masih sangat cukup yakni sebanyak 846.497 ton.

Sepanjang petani tersebut terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pasti akan mendapatkan pupuk bersubsidi. Dan juga jika kuota di wilayah tersebut belum habis.

"PT Petrokimia Gresik hanya menyalurkan pupuk bersubsidi yang telah diatur alokasinya oleh pemerintah," jelasnya.

Sales Supervisor Perwakilan PT Petrokimia Gresik Sulut dan Maluku Utara Subadyo mengatakan di Provinsi Sulut terdapat 281 kios yang menyalurkan pupuk bersubsidi dengan lima distributor.

Dia mengatakan lima distributor ini tersebar di Tondano, Kawangkoan, Bolmong, Kota Kotamobagu dan Kota Manado.

Subadyo mengatakan sesuai Permentan No 130 tahun 2014 tentang kebutuhan dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian tahun anggaran 2015 untuk jenis Urea dengan HET Rp1.800 per kilogram (kg), ZA Rp1.400 per kg, SP-36 Rp2.000 per kg dan NPK Rp2.300 per kg.

Khusus untuk pupuk bersubsidi jenis Urea disalurkan oleh Pupuk Kaltim dan ZA, SP-36 serta NPK disalurkan oleh PT Petrokimia Gresik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk subsidi

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top