Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Kemiri Sunan Dipacu untuk Kebutuhan Biodiesel

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memacu produksi kemiri sunan sebagai upaya memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel di dalam negeri.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 14 Desember 2015  |  06:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memacu produksi kemiri sunan sebagai upaya memenuhi kebutuhan bahan baku biodisel di dalam negeri.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Perkebunan Dinas Perkebunan Jabar Beben Tresna Chandra mengatakan perluasan produksi kemiri sunan dipacu mengingat tingginya potensi tanaman yang satu ini untuk menghasilkan biodisel sebagai bahan baku bahan bakar.

Selain berfungsi sebagai tanaman konservasi, juga memiliki peran yang sangat besar dalam pelestarian lingkungan.

"Karena mulai dari daun yang jumlahnya banyak tentu suplai oksigennya untuk lingkungan pun dapat dipastikan cukup besar, demikian juga penyerapan CO2 dari lingkungan dan penyerapan air oleh akarnya," ujarnya, Minggu (13/12/2015).

Dia menyebutkan, potensi pengembangan kemiri sunan salah satunya di Kabupaten Subang.

Saat ini pihaknya bersama Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Subang mengembangkan perluasan tanaman kemiri sunan seluas 5 hektare (ha).

Dia menambahkan, banyak peluang perluasan dengan berbagai jenis komoditas perkebunan dapat dilakukan, tinggal keseriusan dan ketekunan para petani menyikapi bantuan dari pemerintah.

"Yang paling penting menurut rasa syukur terhadap bantuan yang diberikan, jangan terlalu menuntut harus terpenuhi seluruh kebutuhan di lapangan, harus bijak, dan berbesar hati. Sebab, yang namanya bantuan pasti terasa kurang terus dan kadang tidak seperti yang diinginkan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penataan Lahan Dinas Perkebunan Jabar Siti Purnama menambahkan agar pengembangan kemiri sunan menghasilkan produksi maksimal maka petani wajib membuat rencana usaha kelompok (RUK), penentuan jadwal kerja sampai kepada pembukuan, dan teknik pelaporan.

"Kami mengingatkan agar lebih berhati-hati dan cermat pada saat menerima paket bantuan, harus memperhatikan aspek teknis yang telah ditentukan," ujarnya.

Dia mengatakan fungsi konservasi kemiri sunan agar lebih diperhatikan terutama dalam penempatan pada lahan, mengingat terbatasnya ketersediaan bibit maka lebih diutamakan terlebih dahulu pada lahan-lahan yang memiliki kemiringan yang tinggi dan pada pinggiran lahan sebagai tanaman konservasi.

Jika masih memungkinkan dan bibit tersedia barulah bergerak menuju ke lahan yang lebih datar.

Sementara itu, Pengamat perkebunan Jabar Iyus Supriyatna mengatakan selama ini tanaman kemiri sunan belum banyak dikembangkan di Jabar. Padahal, hasil penelitian, tanaman tersebut telah dilakukan sejak 2004 lalu.

Dia mengatakan kemiri sunan ini untuk mengembangkan sumber energi alternatif dengan Bahan Bakar Nabati (BBN).

"Kemiri sunan ini bisa dikembangkan di Jabar sebagai penghasil biodisel sebagai cadangan minyak baru," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biodiesel kemiri sunan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top