Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiket Elektronik ASDP Masih Belum Akurat

Penerapan tiket eletronik atau Automatic Ticketing System di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni oleh PT ASDP Indonesia Ferry masih belum akurat dalam mendeteksi golongan kendaraan.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 26 November 2015  |  06:02 WIB
Angkutan sungai dan penyeberangan - Ilustrasi/Antara
Angkutan sungai dan penyeberangan - Ilustrasi/Antara
Bisnis.com, Jakarta--Penerapan tiket eletronik atau Automatic Ticketing System (ATS) di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni oleh PT ASDP Indonesia Ferry masih belum akurat dalam mendeteksi golongan kendaraan.
 
Kepala DPC Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak Togar Napitupulu menuturkan masih kurangnya sosialisasi kepada pengguna jasa penyeberangan. Kebanyakan pengemudi sopir truk, misalnya, tidak siap untuk membawa dana yang cukup untuk membayar tiket kapal.
 
Semalam sampai ada antrean keluar pelabuhan. Sampai pukul 23.30 WIB, terus kembalikan ke manual, ucapnya, Rabu (25/11/2015).
 
Kepala DPC Gapasdap Bakauheni Sunaryo menjelaskan antrean terjadi juga akibat beberapa protes dari pengemudi truk yang mayoritas kendaraan barang naik golongan saat terdeteksi sensor mesin e-ticketing. Selain itu, proses pelayanan kendaraan di tiap loketnya lama yakni sekitar 50 detik sampai dua menit.
 
Dia [pengemudi truk] yang biasanya beli golongan VI B, jadinya golongan VII. Akhirnya mesin truk dimatiin, dikunci, dan ditinggal sama sopirnya, ujarnya.
 
PT ASDP menyediakan 7 loket kendaraan di Pelabuhan Merak dan 8 loket kendaraan di Pelabuhan Bakauheni.
 
Seperti diketahui, PT ASDP Indonesia Ferry telah menerapkan Automatic Ticketing System (ATS) pada Selasa (24/11/2015) pukul 20.00 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top