Kebijakan Bebas Visa Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Bali

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada September 2015 naik 9,67% dibandingkan September 2014, dari 354.762 orang naik menjadi 389.060 orang.
Natalia Indah Kartikaningrum | 02 November 2015 18:30 WIB

Bisnis.com, DENPASAR--Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada September 2015 naik 9,67% dibandingkan September 2014, dari 354.762 orang naik menjadi 389.060 orang.

Panusunan Siregar, Kepala BPS Provinsi Bali mengatakan, jika dibandingkan dengan Agustus 2015 meningkat sebesar 28,14%.

“Sebagian besar wisman yang datang ke Bali melalui bandara sebanyak 378.397 orang atau sekitar 97,52%. Sedangkan melalui pelabuhan laut sebesar 9.663 orang atau sekitar 2,48%. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah wisman yang datang melalui bandara Ngurah Rai naik sebesar 7,78%,” terangnya, Senin (2/11/2015).

Meningkatnya kunjungan wisatawan asing ini menurutnya diakibatkan pemberlakuan kebijakan bebas visa dari pemerintah yang semakin banyak diberikan pada beberapa negara.

Kebijakan tersebut sangat membantu meningkatkan jumlah wisatawan karena pemerintah Bali sendiri menargetkan 4 juta wisatawan mancanegara hingga akhir 2015 ini.

“Apalagi nantinya target pemerintah sebanyak 90 negara yang bebas visa. Tentu akan meningkatkan lebih banyak lagi jumlah kunjungan wisman ke Pulau Dewata ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, secara kumulatif, pada periode Januari 2015 - September 2015 ini wisman yang datang langsung ke Bali mencapai 2,99 juta orang atau naik sebesar 7,55 % dan wisman dari Australia masih mendominasi dengan presentasi sekitar 26,12%.

“Setelah itu diikuti wisatawan dari Tiongkok 14,46%, Jepang 6,92%, Inggris 5,05% dan Malaysia 4,81%,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan kondisi September 2014, dari 10 negara dengan jumlah kunjungan wisman terbanyak, hanya Malaysia dan Singapura yang tercatat mengalami penurunan pada September 2015. Sebaliknya, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang menunjukkan adanya peningkatan yang relatif tinggi, imbuhnya.

“Namun jika dibandingkan dengan Agustus 2015, dua dari 10 negara kontributor utama yaitu Tiongkok dan Perancis menunjukkan adanya penurunan. Masing-masing mengalami penurunan sebesar 15,81% dan 19,45%,” paparnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, negara seperti Malaysia, Australia, dan Singapura mengalami peningkatan yang sangat tinggi yaitu diatas 50%. Bahkan Malaysia mengalami pertumbuhan mencapai 120,63%.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa anjloknya tingkat kunjungan di bulan sebelumnya murni akibat adanya erupsi gunung Raung. Ketika keadaan kembali normal, jumlah kunjungan wisman pun meningkat,” tuturnya.

Tag : kunjungan wisman, bebas visa
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top