Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Infrastruktur Permukiman Tahun Ini Capai 2%

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatatkan realisasi program 100% layanan air minum, 0% kawasan kumuh dan 100% layanan sanitasi pada 2019 atau yang lebih dikenal sebagai program 100-0-100 baru mencapai masing-masing 2% pada tahun pertama pelaksanaan.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 22 Oktober 2015  |  14:50 WIB
Kawasan permukiman padat penduduk
Kawasan permukiman padat penduduk

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatatkan realisasi program 100% layanan air minum, 0% kawasan kumuh dan 100% layanan sanitasi pada 2019 atau yang lebih dikenal sebagai program “100-0-100” baru mencapai masing-masing 2% pada tahun pertama pelaksanaan.

Direktur Jenderal Cipta Karya Andreas Suhono mengungkapkan, program tersebut bertujuan untuk menjadikan kawasan perkotaan menjadi lebih nyaman dan layak huni bagi penduduknya. Namun, pelaksanaan program tersebut menghadapi berbagai tantangan, tak terkecuali keterbatasan anggaran.

“Kita baru berjalan setahun, jadi peningkatannya baru 2%, akses air minum baru meningkat menjadi 70% dan sanitasi dari 56% meningkat 2%. Anggaran kita terbatas sehingga kita mendorong komunitas untuk berpartisipasi,” ujarnya, Kamis (22/10).

Adapun mengenai tahun depan, pihaknya belum merencanakan program percepatan untuk mencapai target tersebut. Pasalnya, anggaran Dirjen Cipta Karya dipangkas sekitar Rp2 triliun, dari semula Rp19,6 triliun sesuai APBN-P 2015 menjadi Rp17,5 triliun pada RAPBN 2016.

“Pengentasan kawasan kumuh itu terkait dengan urban productivity, karena daerah kumuh menjadi beban kota, makanya kita berikan ntervensi  akses kesehatan dan fasilitas lain sehingga tidak kumuh lagi,” tambahnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur permukiman
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top