Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pangkas Ongkos Transportasi, Asosiasi Pupuk Dorong Pembangunan Pabrik di Jatim

Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) mendorong pembangunan pabrik di Jawa yang memanfaatkan gas alam dari blok Cepu untuk menghemat biaya transportasi pupuk dari Kalimantan dan Sumatera yang mencapai US$50 juta/tahun.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 15 Oktober 2015  |  16:20 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) mendorong pembangunan pabrik di Jawa yang memanfaatkan gas alam dari blok Cepu untuk menghemat biaya transportasi pupuk dari Kalimantan dan Sumatera yang mencapai US$50 juta/tahun.

Ketua APPI Arifin Tasrif mengatakan saat ini ada 14 pabrik urea yang beroperasi di Tanah Air. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 pabrik berusia di atas 30 tahun dan perlu direvitalisasi lantaran konsumsi energi yang boros dan utilitas mesin yang tidak optimal.

"Berangsur-angsur kita akan lakukan revitalisasi, sehingga kapasitas kita yang sekarang ini 12 juta ton kita harapkan pada 2019 bisa mencapai 19 juta ton," kata Arifin usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Kamis (15/10/2015).

Dalam waktu dekat, lanjutnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku holding perusahaan pupuk BUMN akan meresmikan beroperasinya pabrik Kaltim 5 dengan kapasitas produksi pupuk urea sebanyak 1 juta ton per tahun. Lantas pada kuartal I/2016, pabrik urea milik PT Pupuk Sriwidjaja atau pabrik Pusri IIB akan diresmikan.

"Kita juga menyampaikan pentingnya untuk membangun satu pabrik lagi di Jatim dengan menggunakan gas Cepu. Karena dengan adanya pabrik-pabrik baru di Jawa akan mengurangi transportasi dari Kalimantan dan Sumatera ke pulau jawa yang dampak cost-nya sampai US$50 juta," paparnya.

Sebelumnya, dalam penjajakan pembangunan pabrik baru, PT Pabrik Pupuk Kujang IC (PKC) tidak sepakat dengan harga gas yang ditawarkan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). PEPC menawarkan harga US$8 per million metric british thermal unit (MMbtu) dengan eskalasi 3% per tahun terhitung sejak 2012. Ketidaksepakatan harga membuat rencana pembangunan pabrik tak kunjung terealisasi.

Sementara itu, terkait pengembangan bahan baku pupuk, APPI mendorong konversi gas ke batu bara untuk menekan biaya produksi.

"Untuk itu pabrik pupuk memang melakukan orientasi untuk bisa mendapatkan sumber-sumber batu bara untuk bisa mengganti sumber-sumber gas," pungkas Arifin

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top