Bisnis.com, JAKARTA - Setelah menyelesaikan sembilan deregulasi dari total 32 deregulasi yang masuk dalam paket deregulasi perdagangan, Menteri Perdagangan Thomas T. Lembong menjanjikan adanya deregulasi baru yang diterbitkan setiap minggunya.
“Targetnya setiap minggu ada batch yang kita tandatangani. Ini sifatnya akan bergulir sampai tuntas,” kata Thomas di Jakarta, Selasa (29/9/2015).
Kendati akan menerbitkan deregulasi baru setiap minggu, Thomas mengatakan masih ada beberapa Permendag yang ditangguhkan dari paket deregulasi tahap pertama sektor perdagangan dengan pertimbangan industri dalam negeri.
Seperti pada deregulasi untuk ketentuan impor baja, dengan kondisi industri yang masih tumbuh di saat yang sama produk baja asal china membanjiri pasar di seluruh dunia.
“Saya tidak berani revisi karena harus jaga-jaga terus, jika kepleset kemudian malah kebanjiran impor, itu tidak akan lucu. Ada beberapa yang belum saya berani deregulasi karena beresiko menimbulkan dampak negative bagi industri dalam negeri.”
Ketua Tim Deregulasi Perdagangan Arlinda mengatakan masih ada tujuh deregulasi yang masih harus dibicarakan kembali dengan kementerian/lembaga terkait dan stake holder lainnya. Misalnya mengenai ketentuan impor besi dan baja, ketentuan impor limbah non bahan berbahaya dan beracun, serta ketentuan impor gula.
“Masih ada hal-hal spesifik yang perlu dibicarakan dengan K/L terkait, termasuk baja tadi.”