Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Kabel Bertumbuh 10% Jika Proyek Pemerintah Bergulir

Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) menyatakan rencana pemerintah membangun beragam proyek infrastruktur kelistrikan dan telekomunikasi sontak mendorong potensi pertumbuhan industri kabel di atas 10% mulai tahun ini.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 07 Juli 2015  |  13:38 WIB
Berbagai macam produk kabel - Ilustrasi
Berbagai macam produk kabel - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) menyatakan rencana pemerintah membangun beragam proyek infrastruktur kelistrikan dan telekomunikasi bisa mendorong potensi pertumbuhan industri kabel di atas 10% mulai tahun ini.

Merujuk dari pengalaman pembangunan 10.000 megawatt yang berjalan 7 tahun terakhir, pasar kabel nasional tiap tahunnya bertumbuh himpir menyentuh 10%.

Apalagi dengan hadirnya proyek pengembangan broadband system, instalasi perkabelan di subway, MRT, dan pelabuhan yang mendongkak kebutuhan kabel telekomunikasi dan listrik nasional.

Ketua Umum Apkabel Noval Jamalullail mengatakan investasi untuk kabel telekomunikasi sudah mendesak, pasalnya tingkat kapasitas terpasang nasional sudah menyentuh 90%.

“Untuk fiber optic misalnya, tingkat utilitasnya sudah full harus ekspansi. Kalau untuk kabel listrik, tahun ini diperkirakan menyentuh 60% tingkat kapasitas terpasanganya,” tuturnya.

Tidak hanya investasi di kabel fiber optic, pihaknya mendesak pemerintah mendorong promosi investasi komponen pendukungnya, seperti fiber core. Pasalnya, saat ini, tingkat komponen lokal untuk memproduksi fiber optik masih sebesar 40% dan sisanya masih diimpor.

Sementara itu, komponen lokal untuk memproduksi kabel kelistrikan sudah di atas 75%-100%. Sebut saja, jenis bare conductor yang sudah mampu memproduksi hingga 500 kilovolt dan low voltage calbe yang sudah menggunakan komponen lokal dalam produksinya. Untuk kabel medium volt dan high vol cable masing-masing memiliki kandungan lokal sebesar 80% dan 75%.

“Fiber optiknya kami masih impor, makanya investasi itu penting,” tambahnya.

Novel mengatakan tahun depan komponen lokal dalam produksi copper fiber optic sudah meningkat, karena realisasi investasi fiber core akhir tahun ini. Menurutnya, investasi padat modal yang membutuhkan modal besar didatangkan dari China yang akan berlokasi di Cikarang.

“Satu line produksi nilainya US$2 juta–US$3 juta, belum dengan bangunan, mesin lainnya, tentunya investasi besar. Harapannya, kandungan lokalnya bisa meningkat setelah pasokan dalam negeri hadir,” tuturnya.

Tingginya pertumbuhan kebutuhan kabel dalam negeri, juga selaras dengan permintaan kabel dan kawat dunia. Data lembaga penelitian Global Industry Analysis menyebutkan, perkembangan telekomunikasi menjadi penyebab utama tumbuhnya pasar kabel mencapai 11% hingga 2018. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek pemerintah kelistrikan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top