Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR Desak Selamatkan Industri Padat Karya

Kementerian Perindustrian diminta lakukan terobosan kebijakan yang nonpopulis guna menyelamatkan industri padat karya nasional.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 23 Juni 2015  |  16:22 WIB
DPR Desak Selamatkan Industri Padat Karya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian diminta lakukan terobosan kebijakan yang nonpopulis guna menyelamatkan industri padat karya nasional.

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Aria Bima mengatakan perlunya terobosan radikal yang harus dilakukan pemerintah guna meningkatkan kinerja industri nonmigas.

"Harus ada industrial policy yang menjadi acuan dan diikuti seluruh kementerian. Hal ini juga untuk menyiasati ego sektoral yang masih kuat," ujarnya dalam keterangan pers, Selasa malam (22/6).

Menteri Perindustrian yang turut hadir dalam diskusi "Penyelamatan Industri di Tanah Air Terutama Terhadap Neraca Perdagangan Non Migas dan PHK Massal", Menteri Perindustrian Saleh Husin lebih condong menyalahkan maraknya produk impor ilegal yang secara tidak langsung mengganggu kinerja industri.

Menurutnya, penyelamatan industri dilakukan antara lain dengan mempercepat realisasi fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) dan mempercepat realisasi program restrukturasi permesinan industri tekstil dan alas kaki.

Sementara itu, secara jangka panjang, dilakukan melalui pemberian stimulus fiskal dan pemberian kredit.

"Daya saing industri juga tergerus karena biaya energi mencekik, yaitu listrik dan gas," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin industri padat karya
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top