Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Batu Bacan SBY Untuk Obama, Berjasa Besar Populerkan Batu Akik

Ternyata, pemicunya adalah cendera mata batu bacan dari Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden AS Barack Obama.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Juni 2015  |  16:46 WIB
Batu Bacan SBY Untuk Obama, Berjasa Besar Populerkan Batu Akik
Penjual menata berbagai jenis batu akik berbentuk cincin saat bursa batu akik di Lapangan Puputan Badung, Kota Denpasar, Bali, Selasa (12/5). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tak disangka sebelumnya, demam batu akik melanda seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Mendadak batu akik menjadi buruan masyarakat.

Ternyata, pemicunya adalah cendera mata batu bacan dari Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden AS Barack Obama.

 

Setelah pertemuan itu, harga akik langsung melambung.

 

Sentra penjualan bertebaran di mana-mana, dari pusat belanja mewah hingga lapak pinggir jalan. Penggemar akik datang dari pelbagai kalangan, dari remaja, orang tua, pejabat, hingga kolektor mancanegara.

Batu yang dulunya dikenal dekat dengan dunia mistis ini kini telah menjadi barang seni, simbol status dan materi investasi.

Batu bacan banyak ditemukan di Desa Doko dan Palamea di , Halmahera, Maluku Utara. Masyarakat semakin bergairah menambang lantaran pendapatan dari penambangan batu bacan lebih besar ketimbang penambangan emas.

“Sekali menambang bisa mendapatkan Rp 30-50 juta,” ujar Samsudin, penduduk setempat.

Setiap dua minggu sekali, ada pembeli yang datang langsung ke Palamea. Satu bongkahan seberat 1 kilogram dengan warna hijau bening dihargai Rp 100 juta.

Biasanya hasil penambangan batu bacan dibagi tiga, 30% untuk pemilik lahan, 5% untuk penyuplai bahan makanan dan 65% untuk penambang.

“Uang dibagi setelah bongkahan batu terjual,” ujar Nurdin, penambang yang lain.

Selain Bacan, batu akik yang juga tengah menjadi perhatian adalah yang berasal dari Sungai Dareh, aliran Sungai Batang Hari, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, 250 kilometer dari Padang.

“Batu lumut Sungai Dareh saya jual Rp 8 juta,” kata Jumroni (35), penjual batu akik dari Kabupaten Dharmasraya. Ia menunjukkan batu 2x1 sentimeter berwarna hijau lumut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu akik

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top