Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jabar Genjot Populasi Sapi Pasundan

Dinas Peternakan Jawa Barat bakal menggenjot populasi sapi pasundan dengan sentuhan teknologi guna mencapai target swasembada.
Adi Ginanjar Maulana, wisnu wage
Adi Ginanjar Maulana, wisnu wage - Bisnis.com 20 Mei 2015  |  14:43 WIB

Bisnis.com, BANDUNG—Dinas Peternakan Jawa Barat bakal menggenjot populasi sapi pasundan dengan sentuhan teknologi guna mencapai target swasembada.

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jabar Doddy Firman Nugraha mengatakan penggenjotan populasi akan dilakukan melalui proses pengembangan genetik dengan menggunakan teknologi yang dibuat Kementerian Ristek.

“Diharapkan dengan adanya pengembangan genetik populasi sapi pasundan dapat bertambah cepat hingga lima tahun ke depan,” ujarnya, Rabu (20/5).

Kendati demikian, dia mengaku sapi pasundan yang ada di Jabar belum murni secara penuh. Tercatat hanya ada 90% gen asli yang ada pada sapi pasundan di para peternak maupun di Balai Pengembangan Sapi.

Melalui kerja sama dengan Kemenristek, pihaknya berharap lahir sapi pasundan yang punya genetik murni.

"Banyak sapi pasundan yang kurang murni karena sudah dikawinkan dengan sapi jenis lain," katanya.

Menurutnya, bukan perkara mudah melahirkan sapi pasundan yang murni. Hal ini karena perkembangbiakan sapi relatif lama dibandingkan hewan ternak lainnya.

Pada tahap awal akan dilakukan seleksi sapi pasundan yang bakal melalui proses pemurnian. Setelah itu akan lahir bibit dan kemudian dikembangkan.  “Sapi asli tersebut nantinya akan disebar ke masyarakat,” ujarnya.

Doddy menjelaskan sapi pasundan dinilai memiliki potensi pasar yang cukup tinggi karena kualitasnya yang baik. Namun, karena ketersediaan yang terbatas maka harga pasar yang ditawarkan juga lebih tinggi.

Secara kualitas, lanjutnya, sapi pasundan memiliki berat yang tidak terlalu besar yaitu sekitar 300 kg-350 kg dengan kandungan lemak yang tidak terlalu banyak. "Harganya mahal karena ketersediaan terbatas, tetapi banyak peminat," ujarnya.

Dia menjelaskan wilayah pengembangan sapi pasundan bersama Kemristek Dikti telah disiapkan yang terbagi tiga klaster antara lain di Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Cianjur.

Sebagai langkah awal, akan dilakukan penelitian dan produksi bibit sapi unggul di PT. Karya Anugerah Rumpin (KAR).

"Mengapa kami tidak mengambil sapi-sapi yang lain? Karena sapi pasundan ini sudah cocok dengan iklim di Jabar. Dan menurut penelitian sementara, sapi pasundan merupakan sapi yang paling tahan penyakit," ujarnya.

Adapun, jumlah sapi pasundan saat ini di Jabar mencapai 5.000 ekor yang terbagi ke beberapa wilayah antara lain Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, dan lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Jabar Robby Agustiar mengaku optimistis wilayah Jabar mampu menjadi produsen ternak sapi terlebih sudah ada sertifikasi pada sapi pasundan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi jabar swasembada daging peternakan sapi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top