Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apersi Siap Bangun 6.000 Rumah Murah di Bogor

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia siap membangun 6.000 unit hunian murah di Bogor sebagai upaya mendukung pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 10 Mei 2015  |  16:24 WIB

Bisnis.com, BOGOR-- Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia siap membangun 6.000 unit hunian murah di Bogor sebagai upaya mendukung pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jabodetabek Ari Tri Priyono menuturkan pembangunan akan dilakukan bertahap pada akhir tahun ini di beberapa lokasi antara lain Cibinong, Tajur, Parung, Bojong Gede dan kawasan lainnya.

"Anggota Apersi itu paling besar tersebar di Jakarta, Bogor dan Tangerang. Nah, teman-teman di Bogor sudah sepakat untuk membangun rumah di lokasi-lokasi strategis," katanya kepada Bisnis usai pembukaan Pameran Rumah Murah di Cibinong City Mal, Jumat (8/5).

Selain di Kabupaten Bogor, Apersi juga akan menyasar kawasan Bogor Kota untuk membangun hunian murah yang diperuntukan bagi warga yang bekerja di Bogor atau pun yang kesehariannya mencari penghasilannya di Jakarta. Dia menuturkan pemilihan lokasi di Bogor dikarenakan harga lahan di kawasan tersebut masih terjangkau.

Sehingga kebutuhan harga rumah murah bisa disesuaikan dengan harga bahan baku bangunan, pajak, biaya perizinan dan margin laba. "Harga rumah murah yang akan kami tawarkan berkisar antara Rp115 juta sampai Rp130 juta dengan sasaran pasar dari PNS dan para pekerja formal," katanya.

Ari memaparkan Apersi bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) yang memberikan kredit FLPP dengan uang muka hingga 1% dan besaran bunga sekitar 5%. Dia menjamin dengan tawaran harga, uang muka dan bunga tersebut akan menarik para calon peminat perumahan di Bogor.

Dia menambahkan khusus pembangunan rumah murah di kawasan Cibinong, pihaknya akan mencari lahan yang sesuai dengan kalkulasi harga, lantaran di kawasan tersebut terdapat Peraturan Daerah yang mengharuskan pembangunan rumah minimal di lahan 84 meter persegi. "Peraturan ini yang kerap mengganggu ketika kami akan dirikan rumah murah di Cibinong. Tapi ini mendingan dari pada di Depok minimal pembangunannya hanya di perbolehkan di atas lahan 120 meter persegi," ujarnya.

Ari memaparkan pada Pameran Rumah Murah di Bogor tersebut diikuti oleh sekitar 34 perusahaan dengan target transaksi mencapai Rp500 miliar. Apersi Jabodetabek meminta pemerintah setempat dapat membantu kelancaran rencana pembangunan rumah murah tersebut. Setidaknya, kata dia, Pemkab Bogor bisa mendukung pembebasan lahan di sejumlah lokasi yang direncanakan pembangunan rumah murah tersebut. Benny Delyuzar, Asisten Daerah Bidang Ekonomi Kabupaten Bogor mengatakan pihaknya mendukung rencana Apersi dalam melaksanakan program pembangunan rumah murah tersebut. Pihaknya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin dalam membantu membebaskan lahan di kawasan Bogor.

"Tentunya kami juga meminta agar pembangunan rumah murah ini tidak mengganggu lahan-lahan produktif yang ada. Sebab di beberapa kawasan, lahan persawahan di Bogor sudah banyak yang dialihfungsikan," ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur BTN Mansyur S. Nasution mengatakan pihaknya akan memberikan kemudahan pelayanan terhadap para kreditur untuk memiliki hunian murah tersebut. "Dengan adanya uang muka 1% dan bunga 5% kami akan memberikan segala kemudahan bagi yang ingin punya rumah. Karena hanya BTN saja yang berani memberikan pelayanan seperti itu," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apersi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top