Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI & Petrochina Teken Kontrak Gas untuk Megaproyek 35.000 MW

PetroChina International Jabung Ltd menandatangani Head of Agreement (HoA) gas alam dengan PT Bumi Samudra Perkasa (BSP), badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Fauzul Muna
Fauzul Muna - Bisnis.com 04 Mei 2015  |  17:38 WIB
Kilang migas - Ilustrasi/Bisnis.com
Kilang migas - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PetroChina International Jabung Ltd menandatangani Head of Agreement (HoA) gas alam dengan PT Bumi Samudra Perkasa (BSP), badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Vice President Kemitraan dan Hubungan Pemerintah PetroChina Budi Setiadi mengatakan dengan ditandatanganinya perjanjian jual beli gas tersebut, jumlah penjualan gas PetroChina di dalam negeri khususnya di Jambi semakin meningkat.
HoA tersebut ditujukan untuk proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW).
“Suplai gas yang dipasok PetroChina dari lapangan South Betara dan West Betara akan dimanfaatkan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Tanjung Jabung Timur,” katanya melalui pernyataan resmi, Senin (4/5/2015).
Total suplai gas yang akan disalurkan sebanyak 5 BBTUD (Billion British thermal unit per day). Penandatangan HoA tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti dengan perjanjian jual beli gas (PJBG) yang memuat klausul perjanjian yang lebih terinci, termasuk mengenai harga jual-beli gas.
Penjualan gas ke BSP ini merupakan yang pertama kali dilakukan, khususnya berasal dari lapangan gas yang rencana pengembangannya hanya ditujukan untuk penjualan dalam negeri.
Perjanjian Jual Beli Gas dengan PT BSP tersebut berlaku sejak HoA itu ditandatangani hingga berakhirnya kontrak pada 27 Februari 2023, atau selama 7 tahun. Adapun gas mulai dialirkan 21 bulan setelah ditandatangani pokok-pokok perjanjian tersebut.
Menurut rencana, suplai gas dari PetroChina akan disimpan menjadi gas alam terkompresi (Compress Natural Gas/CNG) melalui fasilitas yang dibangun oleh PT BSP. Selanjutnya, gas tersebut digunakan untuk menyuplai pembangkit listrik PLN pada saat beban puncak (peak load).
Dengan ditandatanganinya PJBG tersebut maka PetroChina Jabung saat ini memasok gas untuk kebutuhan dalam negeri, melalui badan usaha PT Tanjung Jabung Power (3 MMscfd),  PT Jambi Indoguna Internasional (10 MMscfd, rencana suplai Desember 2015), dan PT BSP (5 MMscfd) dengan total volume sekitar 18 MMSCFD.
Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan rencana pasokan gas berikutnya ke BUMD milik Pemkab Tanjung Jabung Barat sebesar 5 MMscfd dan ke PLN Batam sebanyak 17 MMscfd.
PetroChina International Jabung Ltd merupakan kontraktor kontrak kerja sama SKK Migas yang mengoperasikan Blok Jabung di Jambi.
Selain PetroChina, pemegang saham Blok Jabung adalah Petronas Carigali (Jabung) Ltd., PP Oil & Gas (Indonesia-Jabung) Ltd., dan Pertamina Hulu Energi Jabung.
Penandatanganan HoA yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo tersebut, dilakukan oleh Vice President Kemitraan dan Hubungan Pemerintah PetroChina, Budi Setiadi dan Direktur PT BSP, Afrizal di Yogyakarta, Senin (4/5/2015).
Turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut, di antaranya Bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola Zulkifli; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said; serta Kepala SKK Migas, Amin Sunaryadi.
Agenda penandatanganan tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Yogyakarta, yang menandai dimulainya pencanangan program nasional pembangunan pembangkit listrik sebesar 35.000 MW.
HoA tersebut juga ditandatangani oleh para mitra kerja PetroChina di Blok Jabung, yakni Petronas Carigali (Jabung) Ltd., PP Oil & Gas (Indonesia-Jabung) Ltd., dan Pertamina Hulu Energi Jabung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas jambi petrochina
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top