Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Perencanaan Hutan Sulit Diakses

Forest Watch Indonesia (FWI) menilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum sepenuhnya memberikan akses kepada publik untuk mendapatkan informasi mengenai perencanaan di bidang kehutanan.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 23 April 2015  |  20:34 WIB
Data perencanaan hutan masih sulit diakses
Data perencanaan hutan masih sulit diakses

Bisnis.com, JAKARTA – Forest Watch Indonesia (FWI) menilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum sepenuhnya memberikan akses kepada publik untuk mendapatkan informasi mengenai perencanaan di bidang kehutanan, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka menengah hingga 10 tahun.

Plt Direktur Eksekutif FWI Christian Purba mengatakan informasi perencanaan kehutanan sangat penting sebagai bahan awal untuk memantau legalitas kayu dalam konteks Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

“Dokumen-dokumen tersebut merupakan informasi awal untuk memberi penilaian tingkat kepatuhan SVLK,” ujarnya, Kamis (23/4/2015).

Dokumen perencanaan yang dimaksud meliputi Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (RKUPHHK), Rencana Kerja Usaha Tahunan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (RKUTPHHK), Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI), dan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK).

Hingga kini dokumen-dokumen perencanaan kehutanan tersebut masih sulit diakses oleh publik. Pada tahun lalu, FWI telah meminta informasi tersebut kepada Kementerian, namun ditolak.

Kesulitan mengakses dokumen dari Kementerian, FWI telah mengajukan sengketa informasi kepada Komisi Informasi Pusat (KIP). Proses adjudikasi telah berlangsung sejak Desember 2014 dan diputuskan pada 8 Mei 2015.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

svlk komisi informasi pusat kementerian lingkungan hidup dan kehutanan
Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top