Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkeu Tak Sepakat Iuran Jaminan Pensiun 8%

Besaran iuran dalam program jaminan pensiun yang telah ditentukan Kementerian Ketenagakerjaan sebesar 8% belum disepakati oleh seluruh pihak.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 21 April 2015  |  19:22 WIB
Kemenkeu Tak Sepakat Iuran Jaminan Pensiun 8%
Dewan Jaminan Nasional Indonesia (DJNI) menyusun integrasi antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dengan target satu peserta hanya memiliki satu kartu yang berisikan kedua fasilitas perlindungan sosial, ditargetkan mulai terealisasi pada 1 Juli 2015. - Ilustrasi/Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Besaran iuran dalam program jaminan pensiun yang telah ditentukan Kementerian Ketenagakerjaan sebesar 8% belum disepakati oleh seluruh pihak.

Pasalnya Kementerian Keuangan sendiri sampai saat ini masih belum sepakat dengan angka 8% tersebut, dengan rincian pengusaha mengiur 5% dan pekerja 3%.

"Memang besaran iuran belum disetujui oleh Kementerian Keuangan," kata Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan Wahyu Widodo di Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Dia menjelaskan, angka 8% tersebut hanya disepakati oleh Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Hukum dan HAM, serta Dewan Jaminan Sosial Nasional.

Peluang untuk melakukan perubahan besaran iuran, imbuhnya, sangat kecil mengingat program jaminan pensiun ini harus dilaksanakan pada 1 Juli mendatang.

"Kementerian Keuangan tidak setuju karena memang mereka tidak mengikuti rapat. Alasanya apa kami tidak tahu," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu JAMINAN PENSIUN
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top