Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Purbaya Yudhi Sadewa, Orang Dekat Hatta Rajasa Masuk Lingkaran Istana

Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa masuk ke lingkaran Istana sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Presiden yang digawangi oleh Luhut Binsar Panjaitan.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 26 Maret 2015  |  15:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa masuk ke lingkaran Istana sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Presiden yang digawangi oleh Luhut Binsar Panjaitan.

Seperti dikutip di Tempo.co, Kamis (26/3/2015) Purbaya masuk menjadi bagian Kantor Staf Presiden bersama dengan empat deputi lainnya. Purbaya dipilih langsung oleh Luhut Panjaitan.

Menurut pendiri Detasemen 81 Sandi Yudha Kopassus, Purbaya sebenarnya selama ini aktif membantu kampanye Jokowi melalui Tim Bravo Lima, sayap relawan pendukung Jokowi yang dipimpin langsung oleh Luhut.

Diakui Luhut, Purbaya menjadi kontroversi karena banyak orang menyoal posisinya sebagi anggota Staf Ahli Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Secara profesional memang membantu Hatta, namun saat kampanye dia sudah membantu Jokowi, tetapi tidak terlihat," ungkap Luhut.

Purbaya saat ini menjabat sebagai komisioner di PT Danareksa Investment Management dan sebagai Kepala Ekonom PT Danareksa Research Institute.

Saat masih menjabat sebagai Staf Ahli Menko Perekonomian, Purbaya sempat menyentil pencalonan Jokowi sebagai presiden. Pasalnya, Jokowi sempat diyakini membawa angin segar dan aura positif bagi perekonomian Indonesia. Indikatornya dilihat dari lonjakan indeks dan nilai tukar.

Menurut Purbaya, dalam memajukan perekonomian bangsa tidak membutuhkan sosok atau figur presiden populis. Perekonomian membutuhkan kebijakan strategis jangka panjang yang baik.

"Kalau yang diomongkan hanya populis saja, jangka pendek bisa laku. Tapi, jangka panjang tidak bisa dengan presiden hanya menunjukkan hal yang populis. Banyak salaman dengan rakyat segala macem. Kita butuh strategi," ujarnya, Rabu (19/3/2014).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

istana Kantor Staf Presiden
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top