Siap-siap! Harga Premium & Pertamax Bakal Naik Lagi

Direktur Eksekutif ReforMiner Komaidi Notonegoro mengatakan harga bensin terutama jenis Premium dan Pertamax harusnya sudah naik.
Redaksi | 17 Maret 2015 18:54 WIB
/Ilustrasi/SPBU

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif ReforMiner Komaidi Notonegoro mengatakan harga bensin terutama jenis Premium dan Pertamax harusnya sudah naik. Musababnya, nilai tukar rupiah (di atas Rp13.000) dan harga minyak kembali merangsek naik mendekati US$55 terhitung sejak Senin, (16/3/2015).

"Kisaran penaikan harga Rp500 sampai Rp1.000 per liter," katanya ketika dihubungi, Selasa, (17/3/2015). Dorongan penaikan, kata Komaidi, tentunya berasal dari PT Pertamina (Persero) untuk menyelamatkan margin keuntungan perusahaan.

Keputusan penaikan, menurutnya, bukanlah kewenangan Pertamina belaka. Pemerintahlah, ujar Komaidi, yang berhak menentukan harga bensin. Namun, pemerintah tak bisa begitu saja menaikkan apabila alasan Pertamina menyelamatkan keuangan koorporasi.

"Kalau bensin konsumsi koorporasi sudah harus naik, tapi kalau konsumsi masyarakat tidak semudah itu," ujarnya. Komaidi mengatakan selain faktor koorporasi, faktor inflasi, dan pertumbuhan ekonomi juga harus dijadikan pertimbangan. "Makanya tak semudah itu,"

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengusulkan lagi kenaikan harga Premium ke pemerintah. Namun, pemerintah enggan mengatakan berapa usulan kenaikannya. "Tak usah disebut berapa karena akan jadi masalah," kata Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang kepada Tempo, kemarin.

Menurut Bambang, Pertamina mengusulkan penaikan harga Premium karena rupiah terus melemah dan harga minyak mentah dunia juga naik. Dua faktor itu disebut sebagai sebab harga Premium harus naik. Kendati harga minyak mentah belum jauh dari asumsi yang di APBNP 2015, kata Bambang, harga Premium tetap harus naik.

"Kita kan bicara harga, acuannya bukan asumsi APBN tetapi terhadap harga bulan sebelumnya," kata Bambang.

Pada 1 Maret 2015, Pertamina juga sudah menaikkan harga Premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali dari Rp 6.700 menjadi Rp 6.900 per liter. Sementara itu, untuk harga Premium di luar wilayah itu, naik dari Rp6.600 menjadi Rp6.800 per liter atau sama-sama naik Rp200 per liter.

Sumber : tempo.co

Tag : premium, penaikan harga bbm
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top